Saat ini terdapat 1.818 rohaniwan dan rohaniwati Indonesia di Italia, terdiri atas 1.549 suster dan 269 imam (data per 19 September 2025).
Mereka tersebar di berbagai wilayah: sebanyak 1.056 orang (58 persen) di Regio Lazio termasuk Roma, 416 orang (23 persen) di Regio Campania termasuk Napoli, serta 346 orang (19 persen) di wilayah lain seperti Sisilia dan Sardinia.
Baca Juga: Habemus Papam! Kardinal Robert Prevost Terpilih sebagai Paus Leo XIV, Begini Profil Lengkap-nya
Misi mereka pun beragam, mulai dari menjalankan tugas Ordo atau Kongregasi, melanjutkan studi di universitas kepausan, mengajar di sekolah, bekerja di Takhta Suci, hingga mengelola biara, rumah jompo, dan panti asuhan.
Sekilas tentang IRRIKA dan Rehat
IRRIKA berawal dari sebuah paguyuban bernama IRIKA (Ikatan Romo-Romo Indonesia di Kota Abadi – Roma) yang didirikan pada 13 Februari 1955 oleh sejumlah imam Indonesia yang sedang studi.
Para pendirinya antara lain Romo J. Melsen O.Carm, Romo Yustinus Darmojuwono Pr (kemudian Kardinal pertama Indonesia), Romo Th. Kirdi Dipojudo O.Carm, Romo Migeraya SVD, dan Romo Leo Soekoto SJ (kemudian Uskup Agung Jakarta).
Ketua pertama adalah Romo Yustinus Darmojuwono Pr, dengan Romo Th. Kirdi Dipojudo O.Carm sebagai sekretaris.
Seiring bertambahnya jumlah imam dan suster Indonesia di seluruh Italia, pada 1986 nama IRIKA diubah menjadi IRRIKA (Ikatan Rohaniwan Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi – Italia).
Sementara itu, Rehat bukan singkatan, melainkan paguyuban yang menghimpun imam dan suster yang berkarya di pusat ordo atau kongregasi, baik sebagai pimpinan maupun staf.
Beberapa di antaranya adalah Romo Ag Purnama MSF (Superior General MSF), Mgr Laurentius Tarpin OSC (Magister General OSC), serta Romo Dwi Watun SMM (Superior General SMM). ***