Kelompok pertama ini dipimpin oleh Pater Johannes Pacificus Bos, OFMCap.
Pater Bos dan rekan-rekannya tidak hanya menyebarkan ajaran agama Katolik Roma.
Mereka mendirikan sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat pada masa itu.
Berkat peran besarnya, Pater Bos kemudian diangkat menjadi Uskup pertama di Keuskupan Agung Pontianak dan dikenal sebagai "Bapak Misi Kalimantan".
Wilayah Pelayanan dan Karya Saat Ini
Saat ini, Kapusin di Indonesia terbagi dalam empat yurisdiksi utama, dengan fokus pelayanan yang berbeda-beda:
-
Provinsi Kapusin Pontianak: Wilayah utamanya di Kalimantan Barat, mencakup Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, dan Keuskupan Sintang. Selain itu, mereka juga berkarya di Keuskupan Palangka Raya (Kalimantan Tengah) dan di Keuskupan Agung Jakarta. Provinsi ini bahkan memiliki misi di Timor Leste.
-
Provinsi Kapusin Medan: Berpusat di Sumatera Utara dan melayani berbagai wilayah, termasuk Keuskupan Agung Medan dan beberapa paroki di Riau.
-
Kustodi General Sibolga: Berfokus pada pelayanan di sekitar kota Sibolga, Sumatera Utara.
-
Kustodi General Kepulauan Nias: Secara khusus melayani umat dan masyarakat di seluruh Kepulauan Nias.
Baca Juga: Uskup Christophorus Tri Harsono Ditunjuk Paus Leo XIV Jadi Anggota Dikasteri untuk Dialog Antaragama
Di semua wilayah ini, para Kapusin terus mengabdi melalui berbagai cara, seperti mengelola paroki, rumah retret, seminari, sekolah, dan pelayanan sosial.
Mereka melanjutkan tradisi hidup persaudaraan dan pelayanan yang telah diwariskan sejak lebih dari 400 tahun lalu, membuktikan bahwa semangat Fransiskan tetap relevan di era modern. ***