"Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya," ungkap Heriyanto.
Kobaran api kemudian dengan cepat menyebar karena bangunan ruko berada dalam posisi berdekatan.
Kondisi tersebut membuat penanganan membutuhkan dukungan puluhan unit damkar dari berbagai wilayah.
Sekitar 60 unit mobil damkar dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Bantuan datang dari sejumlah wilayah di sepanjang jalur Pantai Utara Kalimantan Barat hingga kawasan Pontianak.
"Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir," kata Heriyanto.
Selain itu, bantuan juga datang dari Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun, dan Mempawah.
Heriyanto menjelaskan, banyaknya unit damkar yang dikerahkan tidak lepas dari kondisi bangunan pertokoan yang saling berdempetan. Api dikhawatirkan semakin cepat menjalar ke kawasan permukiman.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai pendinginan. Alhamdulillah," tandas Heriyanto.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun penyebab pasti kebakaran yang melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Bengkayang. ***
Artikel Terkait
Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan
Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun dengan Aksi Sosial dan Perluasan Usaha
BPIH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta, tapi Bipih Jemaah Turun
Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan pada 2009
Pelajar Tewas Tertemper KRL di Kalideres, Perjalanan Lintas Tangerang Sempat Terganggu
Dua Insiden Tertemper Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, 18 Perjalanan Terdampak