Menjaga Hutan, Meningkatkan Kesejahteraan, Harapan dari Proyek SAFE di Kalimantan Barat

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 18 Juni 2026 | 08:12 WIB
Perwakilan Bappenas, GIZ, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berdiskusi dalam rangka pemantauan dan evaluasi Proyek SAFE di Pontianak. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, berbagai pihak berupaya mendorong praktik pertanian yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (Bapperida Kalbar)
Perwakilan Bappenas, GIZ, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berdiskusi dalam rangka pemantauan dan evaluasi Proyek SAFE di Pontianak. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, berbagai pihak berupaya mendorong praktik pertanian yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (Bapperida Kalbar)

Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan menjadi perhatian global.

Pasar internasional semakin menuntut produk pertanian yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga dihasilkan melalui praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Karena itu, pengembangan sistem pertanian yang mampu menjaga keseimbangan antara produksi dan konservasi menjadi semakin penting.

Baca Juga: Siapa Sabreena Dressler Jadi Duta Piala Dunia U17 2023? Pemain Sepak Bola Wanita Keturunan Indonesia - Jerman

Pelaksanaan SAFE di Kalimantan Barat melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, lembaga pembangunan, hingga kalangan akademisi.

Pendekatan kolaboratif ini diyakini menjadi kunci keberhasilan program karena persoalan pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sektor swasta mendukung pengembangan rantai pasok yang bertanggung jawab, sementara organisasi masyarakat sipil dan akademisi berkontribusi melalui inovasi, riset, dan pendampingan di tingkat lapangan.

Di Kalimantan Barat, implementasi SAFE telah menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sekadau.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperkuat kapasitas para pihak yang terlibat, memperkenalkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, serta membangun kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pendekatan yang diusung SAFE sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu prioritas utama.

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan hidup.

Prinsip tersebut sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu profit, people, dan planet.

Ketiganya harus berjalan secara seimbang agar pembangunan tidak hanya memberikan manfaat bagi generasi saat ini, tetapi juga tetap menyediakan ruang hidup yang layak bagi generasi mendatang.

Meski hasil program seperti SAFE tidak dapat dilihat secara instan, fondasi yang dibangun hari ini akan menentukan kualitas pembangunan di masa depan.

Keberhasilan program bukan semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana atau laporan yang dihasilkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X