Petouring Italia Tinggalkan Pontianak Setelah 12 Hari Bersama Komunitas Vespa FRKP

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Rabu, 17 Juni 2026 | 11:02 WIB
Perjalanan boleh berlanjut, tetapi persaudaraan tetap tinggal. Hilario, petouring asal Italia, meninggalkan Pontianak menuju etape berikutnya setelah 12 hari merasakan hangatnya kebersamaan bersama komunitas Vespa FRKP. (Pontianak Globe/Stefanus Akim)
Perjalanan boleh berlanjut, tetapi persaudaraan tetap tinggal. Hilario, petouring asal Italia, meninggalkan Pontianak menuju etape berikutnya setelah 12 hari merasakan hangatnya kebersamaan bersama komunitas Vespa FRKP. (Pontianak Globe/Stefanus Akim)

Karena tendanya tidak lagi dapat digunakan, Hilario terpaksa tidur di kursi panjang dengan alas matras. Namun pengalaman itu justru disikapinya dengan penuh rasa syukur.

"Saya bersyukur pernah mengalami ini. Saya bisa merasakan langsung dampak banjir akibat curah hujan yang tinggi," ujarnya sambil tertawa dan mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video.

Baca Juga: Mengenal Kapusin, Ordo Katolik yang Mengabdi di Indonesia Sejak Awal Abad ke-20 dan Membangun Pondasi Katolik di Kalbar

Selain disiplin dalam perjalanan, Hilario juga sangat memperhatikan kebugaran fisiknya.

Ia rutin berolahraga sebelum tidur maupun setelah bangun tidur, serta menjaga pola makan secara teratur.

Ia hanya mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuhnya dan selalu menghormati barang milik orang lain.

Buah-buahan atau makanan yang tersedia di lemari pendingin tidak pernah disentuhnya tanpa izin atau tawaran dari pemilik rumah.

Ketika ditawari teh atau kopi, Hilario sering memilih untuk meraciknya sendiri. Dengan penuh semangat ia kerap berseru, "Cappuccino!" sambil tertawa.

Kedisiplinan juga tampak dalam pengelolaan waktunya.

Mulai dari jam tidur, bangun pagi, sarapan, bekerja, hingga bertemu kolega, semuanya dijalani sesuai jadwal yang telah ditetapkannya.

Saat sedang bekerja menggunakan laptop kecil miliknya, ia tidak segan menolak panggilan telepon yang dianggap dapat mengganggu konsentrasinya.

"Maaf, saya sedang bekerja. Nanti saya telepon kembali," begitu kalimat yang sering diucapkannya.

Menjelang keberangkatan, anggota komunitas FRKP kembali dibuat kagum.

Ruang tamu yang selama hampir dua pekan digunakannya tampak bersih dan rapi.

Ternyata sejak pagi Hilario telah membersihkan seluruh area yang ditempatinya, termasuk membereskan sampah dan perlengkapan pribadinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X