PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Ratusan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII berdatangan, Selasa (26/06/2026) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak pagi hingga siang.
Prosesi penyambutan berlangsung di Gedung Pasificus Bos, Kompleks Katedral Santo Yosef, sore harinya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Terbitkan Ensiklik Pertama, Serukan AI Harus Melayani Kemanusiaan
Ratusan pegiat komunikasi Katolik dari berbagai Keuskupan se-Indonesia disambut dengan tradisi budaya lokal berupa seperti tarian etnik Dayak.
Penari menyerahkan sebilah mandau–pedang khas Dayak–kepada Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Mgr Didik, yang didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.
Ini merupakan tradisi “pancung buluh muda”, sebagai simbol keterbukaan hati tuan rumah acara yakni Keuskupan Agung Pontianak.
Mgr Didik memasang ancang-ancang dan sekali tebas dengan mandau, tebu yang dilintangkan di gerbang terputus.
Resmilah seluruh peserta memasuki arena kegiatan selama sepekan ke depan.
Mgr. Didik bersama Mgr. Agustinus, Sekretaris Komisi Komsos KWI, RD. Petrus Noegroho Agoeng, dan para ketua Komsos dari berbagai Keuskupan, menerima pengalungan syal bermotif Dayak.
Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Doa untuk Perdamaian Lebanon dan Timur Tengah
Selain kaum muda, para peserta berasal dari unsur Badan Pengurus Komisi Komsos KWI serta para Ketua atau perwakilan Komsos Keuskupan se-Indonesia. Penyambutan segera dilanjutkan dengan jamuan malam.
Seluruh peserta berkenalan sambil menikmati sejumlah penampilan di antaranya tarian etnik Dayak dan musik etnik Tionghoa, serta permainan musik sape’--gitar tradisional Dayak.
Panitia menyuguhkan sebuah film pendek. Konten resmi produksi Komsos KWI khusus untuk PKSN 2026 dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Judulnya "Wajah dan Suara". Isinya tentang refleksi iman dan katekese, menggambarkan teknologi digital masa kini mampu memanipulasi identitas manusia, disalahgunakan untuk menipu, dan menyimulasikan kehangatan relasi semu.
Film pendek ini menjadi media visual utama untuk menerjemahkan ajakan Paus Leo XIV dan Mgr Didik, agar umat Katolik menjaga orisinalitas, empati, serta martabat kemanusiaan di tengah perkembangan Kecerdasan Buatan (AI).
Memperkuat Persaudaraan
Pastor Kepala Paroki Katedral St Yosef Pontianak, RD Alexius Alex mengatakan, teknologi memang memberikan banyak manfaat. Namun harus tetap disadari agar manusia tidak kehilangan empati, hati nurani, dan kepedulian terhadap sesama.
Artikel Terkait
Silaturahmi Ekologis, Walhi Kalbar Beraudiensi dengan Keuskupan Agung Pontianak, Begini Kata Mgr Agustinus
RIP...Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFM Cap Berpulang, Begini Profil Singkat dan Karya Misioner-nya
Pj Gubernur Kalbar Harisson Berikan Penghormatan Terakhir untuk Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus di Katedral Santo Yoseph
Keuskupan Agung Pontianak Umumkan Pastor Fransiskus Yosnianto OFMCap Sebagai Vikaris Jenderal Baru
Resmi! Paus Leo XIV Tunjuk Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Terima Pengunduran Mgr Agustinus Agus
Profil Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, dari Pastor Paroki hingga Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak