PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tiga awak kapal tanker MT Bintang Energi yang menjadi korban ledakan saat kapal bersandar di Jetty 2 Integrated Terminal (IT) Pontianak masih menjalani perawatan medis.
Seorang korban mengalami patah tulang kaki akibat kuatnya dampak ledakan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 siang di kawasan dermaga milik PT Pertamina Patra Niaga yang berada di perairan Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat.
Saat kejadian, kapal tanker tersebut tengah melakukan proses sandar untuk kegiatan distribusi BBM jenis Pertalite.
Korban yang mengalami luka paling berat adalah Abdul Rizky Ritonga (28) asal Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ia menderita patah tulang pada kaki kiri.
Sementara itu, Zulfakhri (51) warga Medan mengalami memar pada kedua pahanya, sedangkan Rusli (56) asal Pidie, Aceh, mengalami luka lecet dan memar pada tangan kanan.
Setelah insiden terjadi, seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis.
Supervisor HSSE Pertamina, Hamkani, mengungkapkan bahwa dirinya langsung menuju lokasi sesaat setelah mendengar suara ledakan dari area dermaga.
Ia menambahkan, begitu mendengar ledakan, pihaknya segera menuju lokasi.
Dikatakan, saat tiba di dermaga, terlihat tiga korban laki-laki.
"Salah satunya bahkan terlempar ke sungai dan langsung kami evakuasi menggunakan speedboat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 26 Mei 2026.
Berdasarkan informasi awal, ledakan terjadi tidak lama setelah kapal yang membawa sekitar 3.300 KL Pertalite merapat di dermaga.
Artikel Terkait
Pegawai SPBU Pakai Jeans? Publik Ramai-Ramai Mengkritik Pertamina
Pasokan BBM Kolaps di Sumatera: Pertamina Mengaku Distribusi Putus Total
Ahok Bongkar Dugaan Penyimpangan Pengadaan di Pertamina saat Sidang Tipikor
SPBU di Pontianak Wajib Buka 24 Jam! Wali Kota Edi Tekan Pertamina, BBM Tak Boleh Kosong
Selat Hormuz Dibuka, Kapal Pertamina International Shipping Siap Melintas
Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, Pertamina Buka Suara