PONTIANAKGLOBE.COM, MURATARA -- Insiden kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus menjadi sorotan publik.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, pada Rabu (6/5/2026). Saat itu, Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Muratara diduga melebar ke jalur lawan hingga bertabrakan dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan.
Baca Juga: Tragis! 3 Pendaki Dilaporkan Tewas Saat Gunung Dukono Meletus
Benturan keras menyebabkan truk tangki terbakar hebat. Sejumlah korban dilaporkan tewas di lokasi setelah terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi 18 orang.
Kepala RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Susanto menjelaskan penambahan jumlah korban diketahui setelah tim melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda,” kata Budi dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Budi, salah satu kantong jenazah ternyata berisi dua bagian tubuh berbeda. Kondisi potongan tubuh tambahan itu disebut rusak parah dan berukuran kecil.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menduga bagian tubuh tersebut merupakan milik seorang anak berusia di bawah lima tahun.
“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” jelas Budi.
Selain korban yang meninggal di lokasi kejadian, terdapat satu penumpang Bus ALS bernama Tahrul, warga Tegal, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
“18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan 2 potongan tubuh,” beber Budi.
“1 orang korban lagi meninggal dunia, yakni Tahrul warga Tegal, di RSUD Rupit,” lanjutnya.
Hingga kini, Tim DVI Polda Sumsel masih melakukan proses identifikasi seluruh korban. Sebanyak 16 sampel DNA telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk pemeriksaan lanjutan.
Budi menyebut hasil identifikasi DNA diperkirakan keluar paling cepat lima hari hingga dua pekan.
Artikel Terkait
Bos Rokok HS Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kulon Progo
Dikejar Target Jam 3? Fakta Baru Kecelakaan Maut Travel Majalengka
Kronologi Bus DAMRI Sintang–Pontianak Kecelakaan di Sanggau, Diduga Rem Blong, 1 Penumpang Tewas
KNKT Turun Tangan, Investigasi Kecelakaan Dimulai
Tangis Pagi Hari, Ternyata Jadi Tanda Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi
Taspen Sambangi Promedia, Bahas Santunan Rp283 Juta Korban Kecelakaan Kereta