Ia menatap gelasnya. “Karena cahaya kecil lebih jujur daripada terang yang dipaksakan.”
Aku menatapnya lebih lama dari yang seharusnya. Ada sesuatu yang berubah, bukan pada wajahnya, tapi pada caranya diam. Seperti seseorang yang telah kehilangan banyak hal, lalu berhenti mempertanyakannya.
Pengamen datang bergantian. Gitar tua, seruling bambu, lalu saksofon memainkan Songbird dengan lengkingan panjang, seperti ratapan pendosa yang tak kunjung beroleh pengampunan.
“Aku berhenti dari koran itu,” katanya tiba-tiba.
Aku menoleh.
“Kenapa?”
Ia tersenyum, tapi tidak langsung menjawab.
“Karena ada hal-hal yang tidak bisa terus ditulis tanpa mengikis diri sendiri.”
Aku mengerti, meski ia tidak menjelaskan lebih jauh.
“Aku dipecat,” kataku.
Ia menatapku.
“Karena berita?”
Aku menangguk.
“Penimbunan BBM. Melibatkan orang dalam.”
Ia tertawa pendek, bukan karena lucu, tapi karena terlalu akrab.
Artikel Terkait
10 Contoh Puisi Sederhana Murid Kelas 1 SD untuk Peringatan Hari Guru yang Ditujukan kepada Ibu Bapak Guru Tercinta
Contoh Puisi Memperingati Hari Guru Nasional
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, agar Perayaan Imlek 2024 Tahun Naga Kayu Semakin Semarak
Contoh Puisi Perayaan Imlek 2024 oleh Siswa Kelas 1 SD, Sederhana Namun Penuh Makna dan Nilai Persahabatan
Bengkel Sastra Puisi 2024: Upaya Setara Tingkatkan Kualitas Penulis Kalbar
Lomba Tarung Puisi Jelang HUT RI Ke-80