Mobil SPPG Diduga Tabrak Balita di Indramayu, Ini Klarifikasinya

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 April 2026 | 21:50 WIB
Viral video mobil MBG diduga menabrak balita di Indramayu, Jawa Barat. (Dok. TikTok/papihcello66)
Viral video mobil MBG diduga menabrak balita di Indramayu, Jawa Barat. (Dok. TikTok/papihcello66)

PONTIANAKGLOBE.COM, INDRAMAYU -- Viral di media sosial kabar mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menabrak balita di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat mengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Video yang beredar sejak Jumat (10/4/2026) memperlihatkan seorang ibu menangis histeris sambil memeluk ban mobil SPPG karena mengira anaknya terlindas.

Baca Juga: Preman Minta Uang Harian, Sopir Bajaj Terancam Jika Menolak

Namun, pihak SPPG An-Nur memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut tidak seperti yang beredar.

Pemilik SPPG An-Nur, Farid, menjelaskan bahwa balita berusia 3 tahun itu sebenarnya sedang bermain di sekitar ban mobil.

“Jadi ada anak kecil biasa guyonan dan anak kecil itu mainan di belakang ban mobil depan. Nah sopir mobil angkutan MBG tidak tahu dan naik ke atas,” ujarnya.

“Sebenarnya itu di belakang ban dan sopir itu berangkat. Enggak kelindas cuma masyarakat sekitar teriak-teriak seakan-akan kelindas,” lanjutnya.

Meski sempat memicu kepanikan, kondisi balita tersebut dipastikan dalam keadaan aman setelah diperiksa ke fasilitas kesehatan.

“Dicek sampai ke rumah sakit, sampai dokter, sampai ada aparat kepolisian, ada camat menyaksikan semua ternyata nggak ada yang patah, nggak ada yang luka,” paparnya.

“Memang anaknya masih sehat, cuma gemeter aja dan sekarang sudah mainan lagi, lari-lari,” tambahnya.

Pihak SPPG juga memastikan bahwa tidak ada konflik dengan keluarga korban dan situasi telah diselesaikan secara baik.

“Nggak ada apa-ada, orang tua juga tidak mempermasalahkan. Semuanya sudah mengerti keadaan dan menerima,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Dipaksa, Wanita Ini Bersumpah Injak Al Quran

Farid pun mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Untuk orangtua juga jangan terlalu cepat-cepat untuk memposting, kalau nggak benar jadi seperti ini, jadi fitnah,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X