PONTIANAKGLOBE.COM, NTT -- Kondisi memprihatinkan dialami siswa di SDN Tando, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang viral di media sosial karena harus belajar di ruang terbuka.
Dalam video yang beredar, siswa kelas 3 terlihat tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar meski tanpa ruang kelas. Mereka duduk di bawah pohon dengan meja yang disusun rapi menyerupai ruang kelas.
“Ini kelas 3 yang tidak ada ruangannya, kita terpaksa sekolah di luar ruangan,” ujar perekam video dalam unggahan viral.
Baca Juga: Curug Gomblang Mendadak Deras, Wisatawan Nyaris Hanyut
Terlihat sekitar 10 siswa mengikuti pelajaran dengan satu meja guru di depan mereka. Suasana belajar tetap berlangsung meski dengan keterbatasan fasilitas.
Sementara itu, sebuah bangunan sederhana dari seng digunakan untuk kelas lain. Kondisinya pun jauh dari ideal, dengan lantai tanah dan papan tulis yang hanya disandarkan.
“Ini ruangan kelas 2, berlantai tanah. Ini di dalam ruangan begini, selama ini kita pakai untuk kelas 2 dan kelas 3,” jelasnya.
Bangunan tersebut diketahui merupakan hasil swadaya masyarakat dan terakhir direnovasi pada tahun 2016.
“Tapi, ketika pelajaran sudah mulai, maka kelas 3 belajar di luar dan kelas 2 di dalam kelas,” lanjutnya.
Keterbatasan ruang juga membuat para siswa harus bergantian menggunakan kelas. Siswa kelas 3 baru bisa masuk ke ruang kelas setelah siswa kelas 1 selesai belajar.
Jika cuaca mendukung, kegiatan belajar tetap dilakukan di luar ruangan untuk mengatasi keterbatasan tersebut.
Diketahui, SDN Tando berdiri sejak 2014 dan saat ini memiliki total 68 siswa. Kondisi ini kembali menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah.***
Artikel Terkait
Refleksi Awal 2026 ala Ferry Irwandi soal Pendidikan
Curhatan Guru Honorer Menggema di Medsos, Keadilan Gaji Pendidikan Kembali Dipertanyakan
Runway Jadi Jalan Sekolah, Potret Pendidikan di Tolikara Disorot
Potret Pendidikan di Pelosok, Fasilitas Minim Semangat Maksimal
2 Jam Jalan Kaki Demi Pendidikan Anak Pelosok
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Pendidikan dan Geopolitik