Fokus signifikan dari diskusi berpusat pada penggunaan Perjanjian Benda Cagar Budaya (Cultural Property Agreements/CPA) antara Amerika Serikat dan negara-negara mitra untuk mencegah impor benda cagar budaya hasil jarahan.
Baca Juga: Rumah Dirobohkan Saat Proses Cerai di Pati, Diduga Dipicu Konflik dan Lamaran Baru
Para pakar dan pejabat menguraikan bagaimana CPA telah membantu negara-negara melindungi warisannya, mendukung upaya penegakan hukum, dan menandakan pengakuan internasional atas pentingnya melindungi benda cagar budaya.
Para peserta mengkaji proses negosiasi dan implementasi perjanjian-perjanjian ini, termasuk persyaratan hukum, koordinasi antarinstansi, dan kewajiban jangka panjang, serta mempertimbangkan bagaimana lebih banyak negara anggota ASEAN dapat memperoleh manfaat dari kerangka kerja ini.
Kuasa Usaha ad interim untuk Misi AS ke ASEAN di Jakarta Joy M. Sakurai menutup program dengan menyoroti bagaimana kerja sama ini memperkuat keamanan nasional dan regional.
"Kerja sama erat AS-ASEAN untuk memerangi perdagangan gelap benda cagar budaya sangat penting untuk mengganggu jaringan keuangan kelompok kriminal transnasional dan mencegah kolektor seni dan konsumen lainnya secara tidak sengaja mendukung kegiatan ilegal. Kami berharap dapat memajukan kerja ini di Jakarta dan bulan depan di Manila," ujar Sakurai.
Ke depan, penyelenggara dan peserta mengantisipasi bahwa acara ini akan berfungsi sebagai katalis untuk kerja sama yang lebih formal antara Amerika Serikat dan ASEAN dalam memerangi perdagangan gelap benda cagar budaya. ***
Artikel Terkait
Ismail Haniyeh Tewas Akibat Serangan Rudal di Teheran: Begini Reaksi Israel dan Amerika Serikat
Bandingkan Pemungutan Suara dalam Pemilu di Amerika Serikat dan Indonesia, Ini Perbedaan Mencolok yang Wajib Kamu Ketahui
Terry Putri Kerja Antar Makanan di Amerika Serikat, Hidup Hemat Gaji 50 Juta Tetap Tidak Cukup
Prabowo Kemahkan Kabinet di Akmil, Tiru Strategi Negara Maju seperti Amerika Serikat hingga Korsel Tingkatkan Kepemimpinan
Bikin Seru! Kuda Nil Imut Ini Prediksi Sosok Ini yang akan Menjadi Presiden di Pemilu Amerika Serikat 2024
Medsos Ramah Anak di Indonesia, Aturan Baru akan Diberlakukan, Mirip Australia dan Amerika Serikat, Begini Rincian Aturannya