Fenomena Sampah Saat Mudik, Rika Riswanti Jadi Korban Tetangga Tak Bertanggung Jawab

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 27 Maret 2026 | 10:45 WIB
Keluhan warga di Cengkareng, Jakarta Barat yang rumahnya penuh sampah usai ditinggal mudik. (Dok. TikTok/rikadelima14)
Keluhan warga di Cengkareng, Jakarta Barat yang rumahnya penuh sampah usai ditinggal mudik. (Dok. TikTok/rikadelima14)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Momen kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran bersama keluarga justru menyisakan rasa kesal bagi seorang warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, bernama Rika Riswanti.

Lewat unggahan di akun TikTok @rikadelima14, Rika mengeluhkan kondisi depan rumah kontrakannya yang dipenuhi tumpukan sampah. Ia menduga, sampah-sampah tersebut dibuang oleh tetangganya saat dirinya mudik Lebaran.

“Pulang dari kampung liat depan kontrakan jadi penampungan sampah gratis,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Kamis (26/3/2026). 

Baca Juga: Kemnaker Tegas! Aduan THR Tak Boleh Mengendap, Pengawas Diminta Bergerak Cepat

Rika mengaku kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia bahkan menyebut kondisi serupa selalu terulang setiap kali dirinya meninggalkan kontrakan untuk pulang kampung.

“Baru nyampe kontrakan capek-capek dari kampung, pulang-pulang liatin beginian. Ini bukan sekali dua kali ya, setiap kali pulang kampung pasti begini pemandangannya,” ucapnya.

Ia menduga statusnya sebagai penyewa kontrakan membuat sebagian orang menganggap tempat tinggalnya bisa dijadikan lokasi pembuangan sampah.

“Mungkin karena aku ngontrak ya, bukan rumah sendiri. Jadi, seenak-enaknya buang sampah di situ,” lanjutnya.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah kantong plastik besar berisi sampah menumpuk di depan rumahnya hingga tempat sampah yang ada tidak lagi mampu menampung.

“Dikira ngontrak rumah tuh nggak bayar kali, ya?” imbuhnya.

Rika pun berharap masyarakat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Ia menegaskan bahwa di sekitar lokasi sudah tersedia tempat pembuangan yang semestinya digunakan bersama.

“Kalau malas bayar sampah atau sayang duitnya, ya buang di tempatnya kan di depan ada. Sumpah ya, gedeg banget sebenarnya sama orang-orang model begini,” terangnya.

Baca Juga: BGN Bertindak, SPPG Pangauban Disuspend Usai Konten Joget Hendrik Irawan Tuai Kritik

“Ini bukan untuk penampungan sampah gratis, saya juga bayar tiap bulannya,” sambungnya.

Ia juga mengakui selama ini memilih diam saat melihat kejadian tersebut, yang diduga membuat pelaku semakin merasa bebas mengulanginya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X