IFG dan BP BUMN Perkuat Tata Kelola TJSL Lewat Three Lines Model

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:30 WIB
IFG menggelar FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN - Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN di Financial Hall, Jakarta.  (Dok. IFG)
IFG menggelar FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN - Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN di Financial Hall, Jakarta. (Dok. IFG)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Indonesia Financial Group berkolaborasi dengan Badan Pengaturan BUMN dalam memperkuat tata kelola program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui forum diskusi strategis bertajuk FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN - Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN.

Forum yang digelar di Financial Hall, Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026 tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pengelolaan program TJSL BUMN dengan pendekatan Three Lines Model.

Baca Juga: Maruli Simanjuntak Serahkan 106 Rumah untuk Keluarga Prajurit Gugur

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN, Edi Eko Cahyono, serta sejumlah narasumber dari kalangan regulator, praktisi GRC, dan perwakilan IFG Group.

Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG memandang penguatan tata kelola dalam program TJSL sebagai langkah penting agar program sosial perusahaan tidak hanya memberi dampak, tetapi juga terukur, akuntabel, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyatakan bahwa penerapan Three Lines Model dalam manajemen TJSL merupakan bagian dari komitmen IFG dalam memperkuat sistem tata kelola yang terintegrasi.

“Melalui forum ini, IFG bersama BP BUMN mendorong penguatan peran dan fungsi pengendalian di setiap lini dalam pengelolaan TJSL. Program TJSL bukan sekadar aktivitas sosial ataupun objek audit, tetapi menjadi strategic value driver yang harus dikelola secara profesional, terukur dan akuntabel serta mampu memitigasi risiko dan membangun kepercayaan dengan stakeholder secara berkelanjutan,” ujar Denny.

Ia menambahkan, kolaborasi antara regulator dan BUMN menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi TJSL berjalan efektif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.

Pendekatan Three Lines Model sendiri menekankan pembagian peran dan akuntabilitas dalam tata kelola serta manajemen risiko di setiap fungsi organisasi. Model ini mendorong koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi antara berbagai lini agar pengendalian berjalan efektif.

Dalam kerangka tersebut, lini pertama berperan sebagai pemilik risiko, lini kedua menjalankan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, sedangkan lini ketiga bertugas melalui audit internal. Sinergi ketiga lini ini diharapkan mampu mencegah celah pengendalian maupun silo antar fungsi sehingga tata kelola organisasi berjalan secara terintegrasi dan selaras dengan tujuan perusahaan.

Baca Juga: Delpedro Marhaen Cs Divonis Bebas, Hakim: Tak Terbukti Menghasut

Forum diskusi ini juga menjadi wadah berbagi praktik terbaik serta penyelarasan perspektif antara regulator, holding, dan entitas anak dalam mengimplementasikan GRC pada program TJSL di lingkungan BUMN.

Melalui penyelenggaraan FGD Series #3 tersebut, IFG kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di berbagai aspek, termasuk program TJSL, sebagai fondasi dalam menjalankan perannya sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X