Mahfud MD Soroti BoP di Tengah Konflik Timur Tengah

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 4 Maret 2026 | 16:47 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran. (Dok. Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran. (Dok. Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sorotan itu muncul setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan ke Teheran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran berujung pada serangan balasan dari pihak Iran.

Hingga Rabu, 4 Maret 2026, sejumlah laporan menyebutkan rudal Iran menghantam wilayah Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara Arab. Situasi semakin memanas dengan ditutupnya Selat Hormuz dan terganggunya fasilitas strategis di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bos Rokok HS Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kulon Progo

Dalam siniar YouTube Mahfud MD Official, Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.

“Pertama iya sejak awal kemerdekaan itu kalau sikap (politik luar negeri) Indonesia tuh kan sudah bebas aktif,” kata Mahfud, Rabu (4/3/2026). 

“Artinya bebas, tidak terikat pada satu kekuatan manapun, tetapi aktif untuk membangun perdamaian dunia. Kan itu sejak awal,” sambungnya.

Mahfud juga mengingatkan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina.

“Bung Karno itu mendukung Palestina. Karena apa? Kemerdekaan Indonesia itu ya di awal-awalnya kan didukung oleh Mesir, Liga Arab, Palestina dan sebagainya,” ungkapnya.

“Menurut saya memang Indonesia harus kembali ke bebas aktif itu tadi,” tambah Mahfud.

Terkait keberadaan BoP, Mahfud menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut.

“Menurut saya memang perlu dipertimbangkan kelanjutan keterlibatan Indonesia di dalam BoP,” sebutnya.

Baca Juga: Polisi Libatkan Psikolog Periksa Tersangka Pembacokan UIN Suska

Ia menyampaikan bahwa sebagian kalangan menilai keikutsertaan Indonesia di BoP berpotensi menimbulkan lebih banyak dampak negatif.

“Perlu dipertimbangkan, karena banyak orang melihat itu lebih banyak mudaratnya,” imbuh Mahfud.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X