PONTIANAKGLOBE.COM, TEGAL -- Hamparan kayu gelondongan berbagai ukuran kini memenuhi kawasan Pantai Larangan, Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Material tersebut diduga kuat terbawa arus banjir bandang yang sebelumnya melanda kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci.
Kondisi pantai yang berubah drastis itu ramai dibagikan warga melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan kayu-kayu besar berserakan di sepanjang garis pantai, menciptakan pemandangan yang tak biasa bagi pengunjung.
Baca Juga: Kemenkeu Bantah Isu Menkeu Purbaya Tertipu Dana Rp200 Triliun Himbara
Salah satu video yang diunggah akun TikTok @hallopuspita menunjukkan Pantai Larangan yang dipenuhi kayu dari ujung ke ujung.
“Keadaan laut Larangan, Tegal. Please, ini kayu dari mana?” ujar perekam video, dikutip pada Senin (26/1/2026).
Unggahan lain mengungkap fakta bahwa bukan hanya kayu gelondongan yang terbawa arus hingga ke pantai, melainkan juga pipa air yang diduga berasal dari kawasan Guci.
“Pipanya Guci sampai ke sini nih, kebawa ombak. Pipanya banyak banget,” ucap perekam video dari akun TikTok @dyaz.ananda.
Dalam penuturannya, ia menyebut sebagian pipa tersebut bahkan sudah diambil oleh warga.
“Pipanya banyak banget, sudah diambilin sama orang-orang,” lanjutnya.
Sebelumnya, banjir bandang melanda kawasan lereng Gunung Slamet dan menerjang objek wisata Pemandian Air Panas Guci pada Sabtu, 24 Januari 2026. Luapan Sungai Gung Guci menyebabkan kerusakan berat di sejumlah titik, termasuk Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.
Banjir yang membawa lumpur dan kayu besar tersebut merusak berbagai fasilitas umum di kawasan wisata. Sejumlah jembatan dilaporkan putus, di antaranya Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di area Pancuran 13, serta jembatan gantung di sekitar Pancuran 5.
Kerusakan infrastruktur vital itu berdampak langsung pada aktivitas wisata dan mobilitas warga yang bergantung pada akses di kawasan tersebut.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Purbalingga Lumpuh Sementara
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tegal menutup sementara dua titik wisata favorit, yakni Pancuran 13 dan Pancuran 5. Selama masa pemulihan, Pemkab Tegal juga memutuskan menggratiskan tiket masuk Kawasan Wisata Guci sebagai bentuk empati kepada pengunjung.
Kebijakan itu diambil guna menghindari kerumunan di area rawan sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan darurat pascabanjir.
Artikel Terkait
Di Balik Lumpur dan Reruntuhan Banjir Aceh, Aisyah Tetap Memasak untuk Korban Lain di Dapur Umum
Banjir Seminggu Dua Kali, Warga Harapan Indah Mengadu ke Dedi Mulyadi
Banjir Kepung Bekasi, Anak-anak Malah Main Air Bak Waterboom Dadakan
Hujan Tak Henti Berhari-hari, Ratna Kenang Detik-detik Banjir Terjang Rumahnya
Viral Banjir Sukawangi, Dedi Mulyadi Minta Developer Bertanggung Jawab
Banjir Bandang Pemalang Bawa Batu dari Gunung Slamet, Desa Penakir Porak-Poranda