“Pak Gubernur pasti merasakan, yang orang-orang Aceh itu pasti tahu bahwa memang muter itu jauh lebih murah,” katanya.
Padahal, lanjut Budi, kebutuhan tenaga medis di lapangan sangat besar, terutama untuk membantu petugas kesehatan lokal yang berjibaku di pos pengungsian dan desa-desa terpencil.
“Padahal kita butuh kirim 700-800 orang per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh di pos pengungsian dan desa-desa terpencil,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Koordinasi itu dilakukan agar harga tiket pesawat ke daerah bencana dapat ditekan dan lebih ramah bagi relawan kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Banjir Datang Lagi, Maninjau dan Kuranji Jadi Sorotan
Banjir Besar Lumpuhkan Akses Cilegon–Anyer
Fenomena Aneh Usai Banjir Nagan Raya: Gas Keluar dari Tanah, Api Bisa Membesar
Virdian Aurellio: Banjir Selesai, Tapi Pemulihan Masih Jalan di Tempat
Dua Hari Terendam, Banjir di Banjar Masih Bertahan
Aksi Spontan Brimob Aceh Tamiang Usai Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir, Musik Jadi Pelepas Lelah