PONTIANAKGLOBE.COM, LIMAPULUH KOTA -- Warga Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dibuat geger dengan kemunculan fenomena alam sinkhole atau tanah ambles sejak 4 Januari 2026.
Fenomena tersebut menarik perhatian karena air yang muncul dari dasar sinkhole awalnya berwarna coklat, namun perlahan berubah menjadi biru jernih. Seiring viralnya peristiwa ini, area persawahan tempat sinkhole muncul bahkan mulai disambangi warga layaknya destinasi wisata dadakan.
Belakangan, di media sosial ramai beredar video warga yang mengambil air dari dalam sinkhole. Warga terlihat mengantre sambil membawa botol dan plastik, sementara air dialirkan melalui pipa kecil.
Salah satu video diunggah akun @gadihbujangminangkabau dan telah ditonton lebih dari 58 ribu kali.
“Sejumlah warga percaya bahwa air yang muncul dari dalam lubang besar tersebut bisa memberikan manfaat terhadap tubuh serta memberikan kesembuhan,” dikutip dari keterangan video tersebut, Jumat. (9/1/2026).
“Airnya jernih, katanya manis diminum. Mudah-mudahan ada manfaat untuk warga yang banyak,” ucap perekam video.
Namun, anggapan tersebut dibantah oleh pihak Linmas Nagari Situjuah. Melalui unggahan akun Instagram @pdg24jam, Linmas menegaskan bahwa air dari sinkhole tersebut tidak memiliki khasiat sebagai obat.
“Untuk masyarakat yang datang, beramai-ramai untuk melihat telaga biru (sinkhole), banyak yang datang untuk mengambil air, untuk obat segala macem. Itu hanya air biasa, tidak untuk obat,” ujarnya.
“Jangan sampai gagal paham masyarakat yang datang untuk melihat,” imbuhnya.
Sementara itu, Badan Geologi Kementerian ESDM dilaporkan telah melakukan pengukuran kedalaman sinkhole pada Jumat pagi (9/1/2026).
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota menyebut sinkhole tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengkritik Tanpa Tersandung Hukum
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, garis polisi telah dipasang sejak awal kemunculan sinkhole. Meski begitu, warga tetap berdatangan dan berdiri di pematang sawah untuk melihat dari jarak dekat.
Berdasarkan pantauan dari unggahan media sosial, sejumlah pedagang bahkan mulai menjajakan dagangan di sepanjang jalan sekitar area sawah tempat sinkhole muncul.***
Artikel Terkait
Sumur Keruh Jadi Andalan, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Pakai Air Banjir untuk Bertahan
Sumur Bor Rp15 Juta vs Rp150 Juta, Publik Bertanya Soal Transparansi Keuangan Negara
Sawah Tiba-tiba Ambles, Sinkhole Biru Gegerkan Limapuluh Kota
Dua Hari Terendam, Banjir di Banjar Masih Bertahan
Negara Belum Hadir? Warga Aceh Tengah Bangun Akses Sendiri
Aksi Spontan Brimob Aceh Tamiang Usai Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir, Musik Jadi Pelepas Lelah