Tak Ada Sinyal, Tak Ada Kendaraan: Kisah Haru Pria Jalan dari Sibolga ke Tarutung

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 17 Desember 2025 | 21:52 WIB
Seorang pria yang rela berjalan dari Sibolga menuju Tarutung untuk kabarkan keluarga selamat dari banjir. (Facebook/Ndoetch Dani) (Facebook/Ndoetch Dani)
Seorang pria yang rela berjalan dari Sibolga menuju Tarutung untuk kabarkan keluarga selamat dari banjir. (Facebook/Ndoetch Dani) (Facebook/Ndoetch Dani)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIBOLGA -- Terputusnya jaringan komunikasi akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera melahirkan sebuah kisah kemanusiaan yang menggetarkan. Di saat akses telepon dan transportasi lumpuh, seorang pria memilih berjalan kaki puluhan kilometer demi satu tujuan penting: menenangkan keluarganya.

Kisah ini diunggah akun Facebook @Ndoetch Dani pada Rabu, 17 Desember 2025. Dalam unggahan tersebut terlihat seorang pria menyusuri jalan dari Kota Sibolga menuju Tarutung.

Baca Juga: Diam-diam Bantu Korban Banjir Sumatera, Shin Tae-yong Buktikan Cinta Tak Pernah Putus

Jarak yang ditempuh tidak main-main, sekitar 66 kilometer, melintasi medan perbukitan dan jalur lintas kabupaten.

Alasan di balik perjalanan panjang itu terungkap sederhana namun penuh makna. Pria tersebut ingin memastikan keluarganya di Tarutung mengetahui bahwa sanak saudara mereka di Sibolga selamat dari bencana banjir.

“Jumpa keluarga, ngasih kabar kalau keluarga di Sibolga baik-baik saja,” ucapnya saat ditemui warga di tengah perjalanan.

Baca Juga: Banjir Sudah Berlalu, Bantuan Tak Kunjung Datang ke Desa Juar

Tanpa kendaraan dan di tengah kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman, ia mengaku telah memulai langkahnya sejak pagi hari.

“(Jalan) Dari tadi pagi,” imbuhnya singkat.

Video tersebut juga merekam momen haru ketika warga yang berpapasan tidak tinggal diam. Melihat kelelahan pria itu, mereka berinisiatif mencarikan tumpangan mobil yang searah tujuan agar ia tidak perlu melanjutkan perjalanan panjang dengan berjalan kaki.

Aksi ini menjadi simbol kuat bahwa di tengah bencana, kasih sayang keluarga mampu mendorong seseorang melakukan pengorbanan besar. Bagi mereka, menyampaikan kabar keselamatan jauh lebih bernilai dibandingkan apa pun.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X