Sepekan Terputus, Warga Beutong Ateuh Bangun Akses Jembatan Darurat dengan Tangan Sendiri

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 16 Desember 2025 | 14:30 WIB
Momen bahagia warga Beutong Ateuh setelah berhasil membangun jembatan darurat.  (Dok. TikTok/TOKO DAMRY)
Momen bahagia warga Beutong Ateuh setelah berhasil membangun jembatan darurat. (Dok. TikTok/TOKO DAMRY)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEUTONG ATEUH -- Setelah hampir sepekan terputus dari akses utama akibat jembatan menuju Kabupaten Nagan Raya rusak diterjang banjir, warga Beutong Ateuh akhirnya memilih jalan berani.

Dengan mengandalkan kayu seadanya dan semangat kebersamaan, warga bergotong royong membangun jembatan darurat demi keluar dari isolasi yang membelenggu aktivitas dan distribusi logistik.

Baca Juga: Jalan Puluhan Kilometer Demi Bantu Korban Banjir Aceh

Kisah perjuangan tersebut dibagikan oleh akun TikTok @TOKO DAMRY pada Minggu, 14 Desember 2025, dan menyita perhatian warganet karena memperlihatkan ketangguhan warga di tengah keterbatasan.

Dalam video yang beredar, terlihat warga satu per satu menyeberangi sungai menggunakan jembatan darurat dari susunan kayu. Di bawahnya, arus sungai masih mengalir deras, sementara pengamanan jembatan terlihat sangat minim.

Meski risiko besar mengintai, keberanian warga tak surut. Salah satu warga yang merekam momen tersebut mengungkapkan rasa bangga atas usaha bersama yang berhasil dilakukan.

“Ini jembatan Beutong Ateuh,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa kondisi jembatan darurat tersebut jauh dari kata aman, namun terpaksa harus dilewati demi kebutuhan hidup.

“Ngeri-ngeri sedap, para pejuang bagaimana pun caranya harus dilewati,” lanjutnya.

Baca Juga: Tangis Haru Ayah Pengungsi Saat Bertemu Anak Lewat Video Call

Ketegangan berubah menjadi kelegaan saat kendaraan roda dua berhasil menyeberang dengan selamat.

“Alhamdulillah motor kita sudah lewat,” katanya penuh syukur.

Rekaman itu pun ditutup dengan seruan penyemangat bagi seluruh warga yang terlibat dalam upaya tersebut.

“Semangat kawan-kawan!” pungkasnya.

Jembatan darurat ini menjadi simbol kuat solidaritas dan daya juang warga Beutong Ateuh, menunjukkan bahwa gotong royong mampu menjadi jalan keluar ketika infrastruktur belum sepenuhnya pulih.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X