PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Direktur Utama Garuda Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dalam melakukan penertiban dan pembenahan internal di maskapai pelat merah itu.
Dukungan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR dan manajemen Garuda Indonesia, Senin, 1 Desember 2025. Abdul yang lahir pada 1992 itu menilai masalah efisiensi dan kebocoran di tubuh Garuda telah berlangsung terlalu lama dan memerlukan pendekatan keras untuk dibersihkan.
Baca Juga: Empat Kampung Hilang: Aceh Hadapi ‘Tsunami Kedua’ Versi Mualem
Dalam rapat itu, Abdul menegaskan bahwa sikap tegas perlu diambil agar penyimpangan internal bisa benar-benar diberantas. Ia menyebut pembenahan tak lagi bisa diselesaikan dengan cara-cara lunak.
“Kalau perlu tangan besi, tangan besi sekalian, Pak, saya mendukung. Karena kalau enggak kayak gitu enggak bisa, Pak. Ini memang benar-benar dari dalam di Garuda ini enggak ada efisiensi,” ujarnya.
Ia menilai momentum reformasi manajemen di bawah dirut baru harus dimanfaatkan untuk memutus praktik buruk yang menghambat performa Garuda.
Abdul juga menyoroti kultur kerja yang selama ini dianggap tidak sehat, termasuk mentalitas ‘aji mumpung’ dan perilaku yang menghambat perbaikan.
"Sudah cukup sampai di sini, jangan ada penyertaan modal lagi. Cukup berleha-lehanya, cukup gampanginnya, cukup aji-aji mumpungnya. Ayo sekarang kita benerin Garuda bareng-bareng,” katanya.
Abdul menekankan pentingnya disiplin, tata kelola profesional, dan efisiensi, mengingat Garuda adalah maskapai yang membawa nama negara. Ia juga mengkritik struktur biaya operasional Garuda, termasuk pengelolaan pesawat yang dianggap tidak masuk akal secara bisnis.
“Satu pesawat Garuda ini baru bisa untung kalau terisi 150 persen. Jadi 25 persen di sayap kanan, 25 persen di sayap kiri. Berarti kan sebenarnya dari dalamnya nih, Pak,” ucapnya.
Baca Juga: Susno Duadji: Saya Bangga Jadi Polisi, Meski Pernah Dijatuhkan Sistem Sendiri
Pernyataan itu menggambarkan buruknya manajemen operasional Garuda sehingga profitabilitas mustahil dicapai tanpa perombakan mendalam.
Menutup pandangannya, Abdul meminta Glenny menyampaikan tiga inisiatif utama yang akan dijalankan dalam tiga bulan ke depan untuk memastikan arah pembenahan berjalan konkret.
“Jikalau diberikan waktu 3 bulan, saya ingin tanya, Pak, tiga inisiatif utama yang dijalankan itu apa,” ujarnya.
Dengan demikian ia menegaskan bahwa DPR ingin langkah cepat yang dapat dievaluasi dalam waktu dekat.***
Artikel Terkait
15 Maskapai Paling Bagus di Dunia. Apakah Maskapai Tanah Air Termasuk
Maskapai BBN Airlines Indonesia Akan Buka Rute Jakarta-Pontianak, Ini Rencana Operasinya
BBN Airlines Indonesia Resmi Mengudara, Ini Fakta Menarik Tentang Maskapai Baru Ini, Apa Hubungannya dengan Blue Bird Taxi?
Syukuran di Kraton Majapahit, Hendropriyono Doakan Glenny Pimpin Garuda dengan Integritas
Glenny Kairupan Jawab Amanah Presiden Prabowo, Siap Bawa Terobosan untuk Garuda