PONTIANAKGLOBE.COM, INDRAMAYU -- Kegiatan susur sungai yang dilakukan tujuh mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berakhir tragis. Dua mahasiswa ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sementara lima lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Tim SAR gabungan menemukan kedua korban bernama Agung dan Muhammad Lana Wiratno pada Senin dini hari, (10/11/2025), setelah dinyatakan hilang sejak Sabtu, 8 November. Keduanya diketahui mengikuti latihan rafting bersama kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Polindra.
Baca Juga: Densus 88 Ungkap Pelaku Bawa 7 Peledak, 3 Belum Meledak
Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, mengonfirmasi bahwa pencarian yang berlangsung dua hari membuahkan hasil.
“Korban atas nama Agung dan Lana semuanya sudah berhasil ditemukan,” ujar Eddy di lokasi pencarian.
Korban pertama, Agung, warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, ditemukan di Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena jasad korban tersangkut di pusaran air.
“Petugas bendungan membantu membuka pintu air agar arus mendorong tubuh korban keluar,” jelas Eddy.
Sementara itu, jasad korban kedua, Muhammad Lana Wiratno, warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di Blok Gandok, Desa Panyindangan Kulon, atau sekitar 5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi ditutup dan jenazah dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi.
Eddy menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan yang terlibat, termasuk BPBD, Polairud, Tagana, Karang Taruna Garda Sakti, ERT, dan masyarakat sekitar yang membantu pencarian.
Baca Juga: Mega Proyek Triliunan Terbengkalai, Publik Pertanyakan Efektivitas APBN
Sebelumnya, insiden bermula saat tujuh anggota Mapala Polindra melakukan latihan rafting di Sungai Cimanuk pada Sabtu siang, (8/11/2025). Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Bendungan Karet Bangkir.
“Perahu yang ditumpangi mahasiswa terbalik setelah terjebak pusaran air,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, lima mahasiswa bernama Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan warga sekitar, sementara dua lainnya terbawa arus deras dan baru ditemukan dua hari kemudian.***
Artikel Terkait
Berenang di Air Terjun Siling Beroban Simpang Dua Ketapang, Remaja 16 Tahun Tenggelam dan Meninggal Dunia
Peristiwa Tragis! Dua Balita Tenggelam di Sungai Sengawang Kabupaten Sambas, Satu Meninggal
Haru, Ibu Penjual Ikan Tenggelam di Sungai Kapuas Saat Selamatkan Anak Akhirnya Ditemukan
Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Sambas, Singkawang, dan Landak, Satu Anak Tenggelam
Remaja Pontianak Tenggelam di Riam Angan Landak, Awalnya Dikira Hanya Bercanda
Detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Kemenhub Sebut Alami Distress