Juru bicara Emirates menyebut pesawat mengalami kerusakan saat mendarat dan menegaskan tidak ada muatan kargo di dalamnya.
Pesawat Boeing 747-481 tersebut diketahui dioperasikan oleh maskapai Turki, Act Airlines, melalui skema wet lease, di mana seluruh kru dan asuransi disediakan oleh pihak penyewa.
Baca Juga: Van Gaal Bikin Publik Bola Indonesia Salah Fokus, Ini Penjelasan Lengkapnya
Landasan pacu bagian utara, tempat insiden terjadi, untuk sementara ditutup sepanjang hari, sedangkan dua landasan lainnya tetap beroperasi normal.
Berdasarkan situs resmi Otoritas Bandara Hong Kong, sedikitnya 11 penerbangan kargo yang dijadwalkan tiba pada hari yang sama dibatalkan.
Kecelakaan ini menjadi insiden paling mematikan kedua di Bandara Internasional Hong Kong sejak berpindah dari Kai Tak ke Chek Lap Kok pada Juli 1998.
Sebelumnya, pada Agustus 1999, pesawat penumpang China Airlines mengalami kecelakaan saat mendarat di tengah topan dan menewaskan tiga orang. ***
Artikel Terkait
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Saham Boeing Langsung Anjlok Imbas Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Jatuhnya Pesawat Boeing di Ahmedabad Tambah Daftar Panjang Insiden Fatal Penerbangan India
Pesawat 'Misterius' China Terpantau Terbang ke Iran di Tengah Gempuran Israel-AS
AS Minta Indonesia Beli Energi Rp244 Triliun dan 50 Pesawat Boeing, Begini Kata Airlangga
Viral! Pesawat Kargo Emirates Tergelincir dan Tercebur ke Laut di Hong Kong, 2 Tewas