“Prioritas kami bukan menaklukkan musuh, tapi melindungi warga sipil. Itu membutuhkan kesabaran dan kemampuan menahan diri,” tegas Hari.
Baca Juga: Pesan Tegas Prabowo di HUT TNI, Jangan Ketinggalan Teknologi dan Jaga SDA
Sebelumnya, dalam Sidang Umum PBB, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim lebih banyak pasukan perdamaian apabila Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB menyetujui langkah tersebut.
“Kami percaya pada PBB dan akan terus mengabdi di mana pun perdamaian membutuhkan penjaga — bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran pasukan di lapangan,” ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia siap mengerahkan hingga 20.000 personel atau lebih untuk misi perdamaian di wilayah konflik dunia.
“Ketika Dewan Keamanan dan Majelis Umum memutuskan, Indonesia siap mengirim 20 ribu, bahkan lebih, putra-putri terbaik kami untuk menjaga perdamaian — di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau di mana pun perdamaian perlu ditegakkan,” tegasnya. ***
Artikel Terkait
Israel Bombardir Gaza di Tengah Kesepakatan Gencatan dengan Hamas, 82 Orang Tewas
Donald Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Begini Respons Kemlu RI
Prihatin Situasi Gaza, Roberto Mancini Desak Penghentian Perang
Donald Trump Ungkap Israel Setujui Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Netanyahu Mendapat Tekanan
Direktur RS Indonesia Gugur di Gaza, Menko Polhukam Sebut Pengabdian yang Melampaui Batas
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata, Pembebasan Sandera, dan Penghormatan Hukum Humaniter di Gaza