money-moves

Doom Spending, Alasan Psikologis Kenapa Gen Z Hobi Belanja Impulsif Saat Lagi Stres Kerja

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:05 WIB
Di dunia keuangan modern, fenomena belanja impulsif sebagai pelampiasan rasa stres ini dikenal dengan istilah Doom Spending. Faktanya banyak survei global mencatat bahwa Gen Z adalah generasi yang paling rentan terkena Doom Spending. (Pexels @Bia Limova)

PONTIANAKGLOBE:COM, PONTIANAK -- Pernah gak kamu ngerasa capek banget setelah seharian kuliah atau kerja, terus pelariannya adalah buka aplikasi e-commerce dan langsung checkout barang-barang yang sebenarnya gak penting-penting amat?

Atau mendadak beli tiket liburan pakai uang tabungan darurat karena lagi stres menghadapi tekanan hidup?

Baca Juga: 2 Saham AI Ini Diprediksi Meledak November 2025, Apakah Nvidia dan Amazon Jadi Jawara?

Di dunia keuangan modern, fenomena belanja impulsif sebagai pelampiasan rasa stres ini dikenal dengan istilah Doom Spending.

Banyak survei global mencatat bahwa Gen Z adalah generasi yang paling rentan terkena Doom Spending.

Alasan psikologisnya ternyata cukup mendalam.

Karena melihat masa depan ekonomi yang penuh ketidakpastian (seperti harga rumah yang makin gak ngotak atau susahnya cari kerja), banyak anak muda yang akhirnya memilih pasrah.

Mereka berpikir: "Daripada nabung bertahun-tahun tapi tetep gak mampu beli rumah, mending uangnya gua habisin sekarang buat beli kebahagiaan instan."

Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren! Ini Bedanya Investasi Saham, Reksa Dana, dan Crypto buat Pemula

Membeli barang untuk menghibur diri itu boleh banget, tapi kalau dijadikan pelarian setiap kali stres, Doom Spending justru akan memperburuk kondisi mentalmu karena penyesalan (buyer's remorse) di akhir bulan saat melihat saldo rekening kritis.

Bagaimana trik mengatasi "Doom Spending" sebelum terlambat?

  1. Terapkan Aturan 24 Jam

Kalau kamu lagi pengen banget beli barang secara impulsif di aplikasi belanja online, masukkan dulu barang itu ke keranjang.

Jangan langsung bayar! Tunggu sampai besok hari.

Biasanya, setelah 24 jam dan emosi kamu sudah stabil, keinginan buat beli barang itu bakal hilang dengan sendirinya.

  1. Cari Pelarian yang Gratis

Saat stres melanda, ganti aktivitas belanja dengan hal lain yang tidak menguras dompet.

Halaman:

Tags

Terkini