money-moves

IFG Dorong Asuransi Jadi Pilar Proteksi Hadapi Cuaca Ekstrem

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:14 WIB
IFG ungkap cara karyawan jadi wajah perusahaan & kunci employer branding BUMN di era digital lewat media sosial & AI. (Dok. IFG)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, holding pengelola aset negara, Indonesia Financial Group (IFG) memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan masyarakat melalui perlindungan finansial berbasis asuransi.

Selain melakukan koordinasi aktif dengan BUMN lain dalam penanganan bencana, IFG juga mendorong peningkatan literasi proteksi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko nasional.

Baca Juga: Wagub Sumbar Turun Tangan, Bongkar Fakta Air Sinkhole Situjuah Batua

Melalui sinergi lintas sektor yang digerakkan Danantara, IFG berperan menyediakan solusi perlindungan yang komprehensif, mulai dari asuransi kendaraan, properti, jiwa, hingga keberlangsungan usaha.

Langkah ini menjadi upaya preventif dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan Indonesia tengah memasuki periode peningkatan curah hujan menuju puncak musim hujan.

Dalam tiga bulan terakhir, intensitas hujan menunjukkan tren kenaikan signifikan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Fenomena La Niña lemah diperkirakan bertahan hingga Maret 2026, meski dampaknya terhadap intensitas hujan pada puncak musim dinilai tidak terlalu signifikan.

Baca Juga: Tiket ke Aceh Mahal, Menkes Ungkap Relawan Medis Harus Masuk Lewat Malaysia

Meski demikian, risiko bencana hidrometeorologi tetap tinggi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 354 kecamatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir bandang serta tanah longsor pada akhir November 2025.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas usaha, ribuan warga mengungsi, hingga menelan korban jiwa.

Bencana serupa juga terjadi di Bali pada Agustus 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat kerusakan pada 514 bangunan dengan estimasi kerugian mencapai Rp28,9 miliar.

Dampak tersebut meliputi kendaraan terendam banjir, kerusakan rumah tinggal, terhentinya aktivitas ekonomi, serta korban jiwa.

Halaman:

Tags

Terkini