PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Masyarakat kembali dibuat geger oleh beredarnya emas batangan berlogo UBS yang ternyata bukan keluaran resmi PT Untung Bersama Sejahtera.
Isu ini mencuat setelah unggahan video edukatif di akun Instagram @kosteve_, yang menampilkan pemilik toko logam mulia PusatEmas.id, Andrew (@andrew8is). Dalam video berdurasi satu menit itu, Andrew menunjukkan dua batang emas berlabel UBS satu asli, satu palsu dan menjelaskan perbedaannya lewat uji langsung.
“Ini yang palsu, warnanya aja udah beda. CU itu tembaga,” kata Andrew, sembari menggoreskan batu uji dan meneteskan cairan kimia ke kedua logam tersebut.
Hasilnya langsung terlihat. Emas asli tetap berkilau, sementara yang palsu berubah warna dan meninggalkan noda kehitaman. “Kalau yang asli, warnanya tetap stabil. Yang palsu langsung pudar begitu kena cairan,” ujarnya.
Selain uji fisik, Andrew juga menggunakan mesin XRF Analyzer, alat untuk membaca komposisi logam secara digital. Hasilnya menunjukkan emas asli mengandung Aurum (Au), sedangkan tiruannya hanya Copper (Cu) alias tembaga.
Palsu Tapi Bisa Dipindai
Yang mengejutkan, kedua logam baik yang asli maupun palsu sama-sama memiliki QR code yang bisa dipindai di aplikasi resmi UBS Gold. Artinya, pemalsuan kali ini dilakukan dengan sangat rapi: kemasan, cap, bahkan sistem identifikasi digital ikut ditiru.
Baca Juga: Reksa Dana vs Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Gen Z? Begini Jawabannya
“Dua-duanya bisa ke-scan, tapi yang palsu tampak dari fisiknya. Tulisan dan capnya kurang rapi, logonya juga timbulnya nggak presisi,” jelas Andrew.
Temuan ini jadi pengingat bagi para pembeli emas agar tidak hanya mengandalkan hasil scan QR, tetapi juga tetap melakukan verifikasi fisik dan uji logam di toko resmi sebelum membeli.
Kasus emas palsu berlogo UBS bukan pertama kalinya terjadi. Dalam dua tahun terakhir, laporan serupa juga muncul di Surabaya, Medan, dan Makassar. Polanya mirip: para pelaku meniru desain kemasan, sertifikat, hingga cap kadar 9999 agar tampak meyakinkan.
Namun, setelah diuji di laboratorium, kebanyakan logam itu ternyata bukan emas murni, melainkan campuran tembaga dan kuningan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UBS belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan tersebut. Meski begitu, perusahaan sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan masyarakat untuk membeli logam mulia hanya melalui mitra resmi, toko berizin, dan selalu memverifikasi produk lewat aplikasi UBS Gold.
Karena, di tengah maraknya pasar logam mulia, kilau emas belum tentu menjamin keasliannya. Kadang yang paling berkilau, justru yang paling menipu. ***