kalbar-kita

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Apresiasi YIARI dan Mitra Masyarakat dalam Kunjungan Kerja di Ketapang

Jumat, 21 Juli 2023 | 21:40 WIB
Dr H Moeldoko SIP dan seluruh jajarannya, mengunjungi Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada Kamis, 20 Juli 2023. (Dok. YIARI )

PONTIANAKGLOBE.COM, Ketapang, Kalimantan Barat -- Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko SIP dan seluruh jajarannya, mengunjungi Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada Kamis, 20 Juli 2023.

Setelah Dr Moeldoko tiba di bandara Rahadi Oesman Ketapang dengan disambut oleh Forkominda Ketapang, jajaran TNI dan Kepolisan Ketapang, serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah), beliau menuju ke YIARI yang berlokasi di Desa Sei Awan Kiri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Setiba di YIARI, Dr Moeldoko diterima oleh seluruh jajaran pengurus dan manajemen yang diwakili oleh Dewan Pengurus YIARI, Marius Marcellus TJ SH MM di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren yang didirikan YIARI pada 10 Juli 2019.

Di situ, Moeldoko menerima penjelasan tentang program-program konservasi holistik yang dijalankan YIARI yang berdiri pada 14 Februari 2008, berupa penyelamatan dan rehabilitasi satwa dengan bermitra bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga pendampingan masyarakat di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Total hadir sekitar 1.500 orang dari kelompok dan komunitas dampingan YIARI yang selama ini bekerja dan berkegiatan di ranah konservasi, pertanian berkelanjutan, dan pendidikan berwawasan lingkungan.

Di antaranya kelompok The Power of Mama, Zwagery Generation, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH).

Turut hadir pula komunitas dan kelompok-kelompok etnis dan budaya lokal di Ketapang sebagai bagian dari mitra strategis YIARI dalam menggerakkan semangat menjaga hutan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Ketapang.

Begitu tiba di YIARI, Dr Moeldoko mengunjungi bagian rehabilitasi orangutan dan satwa bersama pihak Balai Taman Nasional Gunung Palung dan jajaran SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat sembari mendapatkan penjelasan dari tim Animal Management YIARI tentang seluruh prosedur perawatan satwa liar dari sejak menerima satwa yang diselamatkan, hingga menyiapkan mereka untuk dilepasliarkan kembali.

Di area rehabilitasi inilah, Dr Moeldoko meresmikan pelepasliaran empat individu orangutan secara simbolis, sekaligus menjadi pengadopsi orangutan Gatot yang dirawat di pusat rehabilitasi YIARI sejak ia masih bayi dari tahun 2016.

Terkesan oleh kelengkapan fasilitas dan prosedur rehabilitasi yang dimiliki YIARI, Dr Moeldoko memberikan apresiasi positif atas kerja keras YIARI sebagai mitra pemerintah dalam menjaga dan merawat satwa liar dan habitatnya, terutama untuk orangutan.

Setelah mengunjungi area rehabilitasi orangutan YIARI, Dr Moeldoko menyambut para mitra masyarakat dampingan YIARI di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren yang masih berada di bagian depan kompleks YIARI di Sei Awan Kiri.

Di kesempatan tersebut, Dr Moeldoko secara khusus mengapresiasi peran perempuan dalam konservasi terutama dalam merehabilitasi orangutan.

“Saya kagum pada anak-anak muda yang merelakan hidupnya untuk merawat satwa, dan terutama merawat orangutan. Saya melihat tadi ada anak perempuan yang semestinya bisa berbahagia di kota tetapi ia korbankan kehidupannya untuk menjaga orangutan berada di sini. Ini sungguh pengorbanan luar biasa yang kadang-kadang kita yang di Jakarta dan yang di kota-kota, tidak paham bahwa dari tangan merekalah lingkungan itu terjaga dengan baik,” ujar Dr Moeldoko dalam kata sambutannya kepada seluruh hadirin yang memadati halaman Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren.

Apresiasi Dr Moeldoko pada peran perempuan dalam konservasi juga disampaikannya bagi kelompok The Power of Mama (TPOM) yang didirikan oleh YIARI pada 8 Juni 2022 dengan tujuan untuk menjadikan kaum perempuan dan para ibu rumah tangga di Ketapang, sebagai pelopor dalam menggerakkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, terutama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian alam di kawasan tempat mereka tinggal.

TPOM secara rutin melakukan patroli dan penyadartahuan kepada masyarakat untuk menjaga kawasan sekitar tempat tinggal mereka dari risiko bencana kebakaran.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB