PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Memasuki hari keenam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat masih terus berjibaku memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa kebakaran semakin sulit dikendalikan akibat cuaca panas, angin kencang, serta vegetasi kering berupa pakis yang mudah terbakar.
Baca Juga: Gagah! Prabowo Resmikan Rantis Listrik Maung MV3 EV ‘Pandu’ Produksi PT Pindad
“Vegetasi pakis yang kering menjadi bahan bakar alami bagi api. Ditambah angin kencang, api cepat sekali menyebar dan membesar. Inilah yang menyulitkan kami di lapangan,” ujar Daniel saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Juni 2025.
Menurut Daniel, para petugas menghadapi sejumlah kendala serius, seperti kepulan asap pekat yang mengganggu visibilitas, serta akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
“Kami sudah melakukan pemblokiran untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga, dan pembasahan di titik-titik yang berpotensi menyebarkan api,” tambahnya.
Baca Juga: Detik-detik Kapal Pengangkut Logistik Terbakar di Pelabuhan Pontianak, Ini Fakta-Faktanya
Analisa Penyebab Kebakaran
Daniel memaparkan bahwa kebakaran di Desa Rasau Jaya Umum diperparah oleh beberapa faktor:
Antara lain: lahan gambut yang mudah terbakar, terutama saat musim kemarau.
Selain itu karena angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
"Termasuk vegetasi kering seperti pakis yang sangat mudah terbakar," ungkapnya.
Baca Juga: Pesan Khusus Megawati untuk Prabowo Saat Terima Dasco, Diungkap Mensesneg
Ia menambahkan sumber api yang belum diketahui secara pasti, diduga berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan atau puntung rokok.
Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran yang menyulitkan upaya pemadaman.