PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) telah mengerahkan tujuh helikopter, termasuk tiga unit untuk patroli udara dan empat unit untuk operasi water bombing, guna membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Status Darurat Asap Berakhir, Begini Capaian Penanganan Karhutla 2024 di Kalbar
"Selama operasi udara dari 19 Agustus hingga 25 Oktober 2024, tiga helikopter patroli telah melakukan 240 sorti dengan total waktu terbang 850 jam 26 menit. Sementara itu, empat helikopter water bombing telah melaksanakan 152 sorti dengan total waktu terbang 563 jam 20 menit dan menggunakan air sebanyak 14.020.000 liter," ungkap Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, usai mengikuti briefing di posko utama penanganan darurat Provinsi Kalbar, Jumat, 25 Oktober 2024 malam.
Daniel menjelaskan bahwa dukungan helikopter dari BNPB ini berperan penting dalam menekan luas lahan terbakar di wilayah Kalbar.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, luas lahan yang terbakar di Kalbar hingga September 2024 tercatat mencapai 17.155,71 hektare -- penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai ratusan ribu hektare.
"Dalam operasinya, helikopter water bombing memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar lokasi karhutla. Ke depan, kami akan memastikan pengawasan lebih ketat terhadap jalur pengambilan air ini agar tetap optimal dalam situasi darurat," tambah Daniel.
Baca Juga: Ajak Pemuda Kalbar Peduli Tangani Karhutla, Pandawa Ganjar Undang BPBD Kalbar Berikan Penyuluhan
Selain itu, Daniel juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar akan mengakhiri status siaga darurat asap akibat karhutla pada 31 Oktober 2024.
Hal ini didasarkan pada proyeksi cuaca dari BMKG Kelas 1 Supadio yang memprediksi peningkatan curah hujan merata di wilayah Kalbar pada akhir Oktober hingga November 2024.
"Tingginya curah hujan yang diperkirakan BMKG Supadio pada November nanti menandakan dimulainya musim hujan di Kalbar. Namun, potensi banjir pun perlu diwaspadai, terutama di wilayah Kapuas Hulu, Ketapang, dan Sanggau," tutup Daniel. ***