PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pasangan calon (paslon) kepala daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) diharapkan menunjukkan sikap suportif menjelang perhelatan Pilkada.
Tim pendukung paslon diajak untuk berkampanye secara santun, menghindari penyebaran hoaks, serta tidak menjatuhkan reputasi lawan politik.
Baca Juga: Baim Wong Ajukan Gugatan Cerai dan Tuntut Hak Asuh Anak dari Paula Verhoeven, Begini Kata Pengadilan
“Kemenangan sejati diraih dengan menyebarkan kebahagiaan dan semangat untuk membangun daerah, khususnya di Bumi Kalimantan Barat. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh tim masing-masing paslon,” ungkap Toni, Ketua Gerakan Aliansi Masyarakat (Gema) Kalbar, di ‘Posko Rajawali’ di kawasan Jl Nurali, Pontianak, pada Rabu, 9 Oktober 2024.
Toni menekankan bahwa berkampanye dengan cara yang santun dapat menarik simpati masyarakat dan menjaga suasana agar tetap kondusif.
“Kondusivitas dalam masyarakat harus selalu terjaga. Semua jaringan partai politik dan relawan seharusnya bersinergi untuk menciptakan kenyamanan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kondisi baik yang telah terjalin di Kalbar, terutama di Kota Pontianak yang damai, terus dipelihara.
“Perbedaan pendapat dan pilihan itu wajar, tetapi semuanya harus dalam kerangka persatuan Bhinneka Tunggal Ika, serta memaknai hal tersebut sebagai rahmatan lil alamin,” tambahnya.
Baca Juga: Perjalanan Karir Paula Verhoeven, Alami Perubahan Hidup saat Bersama Baim Wong
Toni mendorong masyarakat untuk bersikap objektif dalam menentukan pilihan mereka, bukan karena intimidasi atau pengaruh dari luar, maupun informasi yang cenderung negatif tentang pasangan lainnya.
“Kunci demokrasi ada pada pemilih. Ini yang disebut dengan pendidikan pemilih, dan seharusnya menjadi tanggung jawab partai politik,” ujarnya.
Politik uang atau money politics yang terus muncul menjelang pemilu juga menjadi perhatian. Toni mengingatkan bahwa pemilih masih banyak terjebak dalam praktik tersebut, yang sering kali dimanfaatkan oleh partai politik untuk mendapatkan suara.
“Inilah sisi gelap politik uang. Betapa rumitnya kondisi demokrasi kita,” tandasnya.
Baca Juga: KLa Project Gelar Konser AETERNITAS di HUT Ke-36, Siap Hadirkan Nostalgia dan Hits Legendaris
Toni mencatat bahwa menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024, fenomena deklarasi dukungan dari organisasi masyarakat (ormas) kepada salah satu calon semakin meningkat.