Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat Junaidi Sebut UMKM Pilar Utama Perekonomian Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 Mei 2023 | 11:37 WIB
Suasana pembukaan Pelatihan Meningkatkan Skill UMKM dalam Pemasaran Produk Melalui Platform dan Layanan Digital, Selasa, 30 Mei 2023, yang diselenggarakan Rumah BUMN BNI Pontianak, di Gedung PLUT-KUMKM Provinsi Kalimantan Barat. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)
Suasana pembukaan Pelatihan Meningkatkan Skill UMKM dalam Pemasaran Produk Melalui Platform dan Layanan Digital, Selasa, 30 Mei 2023, yang diselenggarakan Rumah BUMN BNI Pontianak, di Gedung PLUT-KUMKM Provinsi Kalimantan Barat. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama dalam perekonomian Indonesia.

Sekitar 98 persen atau sejumlah 64 juta pelaku usaha di Indonesia adalah usaha mikro kecil (UMK) yang melibatkan 120 juta tenaga kerja.

Untuk di Kalimantan Barat sendiri tercatat sebanyak 197.331 unit, yang terdidi dari usaha mikro sejumlah 169.274 (85,9 %), usaha kecil sejumlah 26.332 (13,83 %) dan usaha menengah berjumlah 1.705 (0,87 %). 

Merupakan suatu potensi yang akan menjadi kekuatan luar biasa apabila UKM tersebut bisa diberdayakan.

Namun dalam kenyataannya UKM masih dihadapkan dengan berbagai kendala diantaranya dari segi permodalan, legalitas usaha, strategi pemasaran, kompetensi sumber daya manusia, inovasi dan teknologi serta kualitas produk.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat Drs Junaidi MM, dalam kesempatan membuka Pelatihan Meningkatkan Skill UMKM dalam Pemasaran Produk Melalui Platform dan Layanan Digital, Selasa, 30 Mei 2023, yang diselenggarakan Rumah BUMN BNI Pontianak, di Gedung PLUT-KUMKM Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat, harapan yang diinginkan dari pelaksanaan kegiatan Pelatihan Meningkatkan Skill UMKM dalam Pemasaran Produk Melalui Platform dan Layanan Digital, yang dihadiri 25 orang peserta ini, adalah agar para pelaku usaha mikro yang dilatih memiliki keterampilan dalam pengelolaan usaha yang dikembangkan serta dapat meningkatkan daya jual produk yang berkualitas dan mampu bersaing sehingga dapat memiliki pangsa pasar yang luas baik lukal, nasional dan internasional.

Pemerintah daerah, ujar Junaidi, berupaya melakukan penyesuaian regulasi agar mempermudah pengembangan UMKM serta berbagai bentuk pembinaan berupa pendampingan dan pelatihan. “Keseriusan pemerintah untuk memajukan kesejahteraan para pelaku UMKM ini hendaknya menjadi pemicu bagi para pelaku usaha untuk berbenah diri juga,”ujar Junaidi.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih kepada Kantor Cabang BNI Pontianak atas penyelenggaraan Pelatihan Meningkatkan Skill UMKM dalam Pemasaran Produk Melalui Platform dan Layanan Digital, yang kegiataannya dilakukan oleh Rumah BUMN BNI Pontianak.

Sementara itu Adhi Setyo Nugroho selaku Pemimpin Bidang Pemasaran Kantor Cabang BNI Pontianak menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini, yang sedianya akan diagendakan secara teratur, demi UMKM Kota Pontianak Naik Kelas. (Vincent Julipin)

* Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X