Profil Dionisius Deodemus, Penyanyi Otodidak Pelestari Kesenian Dayak

photo author
Wilhelmus Triputra, Pontianak Globe
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 14:01 WIB
Dionisius Deodemus, Penyanyi muda berbakat asal Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. (Wilhelmus Triputra )
Dionisius Deodemus, Penyanyi muda berbakat asal Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. (Wilhelmus Triputra )

PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Dionisius Deodemus, atau akrab disapa Deo, adalah penyanyi otodidak berbakat asal Retok yang telah menghidupkan kesenian tradisional Dayak melalui suaranya. Berdomisili di Retok Acin, Deo memulai kariernya sejak lulus SMA pada tahun 2016, didorong oleh kecintaannya pada lagu-lagu Dayak, khususnya kesenian Jonggan tradisional.

“Saya suka mendengarkan lagu-lagu Dayak, terutama Jonggan. Dari situ, saya tertarik untuk mengasah kemampuan olah suara saya,” ujar Deo.

Deo kerap tampil di berbagai acara, seperti pernikahan, perayaan 17 Agustus di kampung, hingga acara di Pontianak. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah penampilan di Retok Art Festival di kampungnya sendiri. Bersama sanggar lokal, Deo mempersembahkan karya orisinal yang membanggakan komunitasnya.

Hingga kini, Deo telah merilis empat single bergenre Jonggan tradisional. Single pertamanya, Sampakng Talino, berisi doa kepada Tuhan dan leluhur penjaga alam Borneo. Lagu kedua, Karimawatn Bukit Bawakng, mengisahkan adat istiadat dan warisan nenek moyang Dayak.

Pulakng Ka' Jubata, single ketiga, bercerita tentang kepergian seseorang dari dunia ini, sementara Ngunak Karamat Ai' Tanah menggambarkan hubungan manusia dengan leluhur penjaga tempat keramat dan alam Kalimantan.

Deo bertekad ke depan akan memperkaya karya seni tradisional, khususnya Jonggan, sambil mengajak generasi muda di kampungnya untuk melestarikan budaya dan kesenian daerah. Selain berkarya dalam seni, Deo aktif di kegiatan gereja dan olahraga sepak bola, menunjukkan semangatnya dalam menjalani kehidupan yang beragam.

Dengan penuh semangat, Deo menyampaikan pesan kepada generasi muda;

“Mari kita temukan potensi dalam diri kita, apa pun itu, dan jangan lupa berbagi ilmu. Jadilah inspirasi dan teladan bagi orang lain, "ajaknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wilhelmus Triputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X