Pendapatan petani juga ikut terdongkrak—dari Rp500 ribu menjadi Rp4 juta per bulan.
Lonjakan ini dimungkinkan melalui penggunaan benih unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi Migo Bayangkara hasil riset Polda Kalbar.
Sebelum melepas ekspor, Prabowo meninjau pameran koperasi dan inovasi pertanian.
Di sana, dipamerkan produk turunan jagung, alat pascapanen, hingga teknologi pengering modern yang kini tersedia bagi petani.
“Kalau tren ini berlanjut, kita tidak hanya berhenti impor jagung pada 2026, tapi justru jadi eksportir. Ini sinyal kuat Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia siap memberi kontribusi global, terutama dalam mengatasi krisis pangan yang melanda sejumlah negara.
“Kita akan bantu negara-negara yang kesulitan. Bukan karena sombong, tapi karena kita ingin Indonesia dipandang sebagai bangsa terhormat dan kuat,” ungkap Prabowo.
Baca Juga: Hidayat Nur Wahid Ungkap Usulan Pemakzulan Gibran Sudah di MPR, Tapi Belum Dibahas
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Bulog Letjen TNI Novi Helmy, Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta jajaran Forkopimda Kalbar.
Ekspor perdana ini bukan sekadar angka dalam statistik.
Ini adalah tonggak sejarah yang membuka babak baru dalam perjalanan Indonesia menuju kedaulatan pangan dan peran strategis di pasar global. ***
Artikel Terkait
Pelarian Berakhir Tak Sampai 24 Jam, WBP Rutan Bengkayang Ditangkap di Belakang Warkop
Kejaksaan Agung Menyita Aset PT Duta Palma, Termasuk Kebun Sawit di Sambas dan Bengkayang
10 Perkara Korupsi Terungkap, Kejaksaan Bengkayang Sumbangkan Rp748 Juta ke Kas Negara
Baru Kali Ini Terjadi! Aksi Perampasan Mobil di Sanggau Ledo Bengkayang, Pelaku Diamankan Usai Pengejaran Dramatis
Menelisik Fenomena Sengketa Tanah dan Bangunan Gedung Pancasila Kabupaten Bengkayang
Tangis Pecah di Riam Marum Bengkayang, Erviani Vidya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah 16 Jam Ditelan Arus Deras