PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Nama Aan Baget kini semakin dikenal di kalangan pecinta musik Dayak Kalimantan.
Sebagai musisi asal Dayak Kanayant, Aan Baget memiliki ciri khas yang tak dapat dipisahkan dari bahasa daerahnya.
Setiap lagu yang ia ciptakan dipenuhi dengan lirik-lirik berbahasa Dayak Kanayant mengandung cerita kehidupan, serta memberikan cermin budaya yang jarang dijumpai dalam karya-karya musik mainstream.
Dalam dunia musik Indonesia, Aan Baget menjadi salah satu pionir yang memperkenalkan kearifan lokal melalui karya-karyanya yang membumi, menyentuh dan kadang penuh dengan sindiran tajam.
Salah satu hal yang membuat karya-karya Aan Baget begitu istimewa adalah keberaniannya untuk menggunakan bahasa Dayak Kanayant dalam hampir seluruh lirik lagunya.
Hal ini memberikan nuansa yang sangat lokal dan autentik, yang memberi warna berbeda di tengah dominasi bahasa Indonesia dalam industri musik tanah air.
Baca Juga: Membangun Kepedulian Ekologis dan Iman di Tahun Yubelium 2025
Melalui bahasa daerah ini, dalam diskusinya dengan media Pontianak Globe, Majalah Duta dan JPIC, Aan Baget berupaya untuk menyampaikan pesan-pesan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Dayak, baik itu tentang tradisi, lingkungan, hingga kehidupan sehari-hari.
Namun, keunikan syair dan ‘satir’ dalam lagu-lagunya tak jarang memantik kontroversi. Beberapa lagu yang diciptakannya bahkan mendapat kritik keras dari orang-orang yang mungkin tidak sepenuhnya memahami konteks dan makna di balik liriknya.
Aan Baget kerap menggunakan sindiran atau ‘satir’ yang mengkritik masalah sosial atau budaya, yang bisa saja dianggap terlalu tajam atau kontroversial bagi mereka yang tidak mengenal atau memahami lebih dalam tentang masyarakat Dayak dan kehidupannya.
Namun, bagi Aan, kritik sosial dalam lagu-lagu adalah bagian penting dari karya seni.
Dalam pengakuannya, dia justru percaya bahwa musik adalah sarana untuk berbicara tentang apa yang terjadi di masyarakat, memberikan refleksi atas apa yang dialami oleh banyak orang, dan memperkenalkan kebudayaan Dayak kepada dunia luar.
Artikel Terkait
Budayawan Dayak Yohanes S Laon Sebut Prinsip Kearifan Pemimpin dalam Spiritualitas Dayak, Melampaui Kekuasaan dan Ambisi
Tegas! Majelis Adat Dayak Minta Putra Dayak Jadi Menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran
3 Tokoh Dayak di Lingkaran Kekuasaan dari Bos Intelijen hingga Wakil Menteri. Bagaimana Peluangnya di Era Prabowo Subianto?
MADN dan DAD Protes! Tokoh Masyarakat Dayak Tak Terakomodir di Kabinet Prabowo-Gibran
Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Latih Karang Taruna Desa Boti dalam Kepemimpinan dan Pelestarian Budaya Dayak Jawant Sekadau
Mengungkap Sejarah Partai Persatuan Daya atau PPD dan Perjuangan Politik Masyarakat Dayak