Warga Putussibau Pertanyakan Kelangkaan BBM di SPBU, Begini Reaksi Warga

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Jumat, 10 Januari 2025 | 19:08 WIB
Suasana warga membeli BBM Pertalite di SPBU.
Suasana warga membeli BBM Pertalite di SPBU.

PONTIANAKGLOBE.COM, KAPUAS HULU -- Warga Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di kios pengecer, yang mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter.

“Kami sangat kecewa karena BBM di SPBU cepat habis, sementara di kios pengecer selalu tersedia dengan harga yang jauh lebih mahal. Ada apa sebenarnya?” kata Suandi, seorang warga Putussibau, Kamis, 9 Januari 2025.

Baca Juga: Virus HMPV dan Fakta Terbaru, Apakah China Masih Destinasi Wisata Aman?

Suandi mengkritik pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Putussibau, yang dianggap lebih memprioritaskan pengecer.

Akibatnya, masyarakat umum sulit mendapatkan BBM langsung dari SPBU.

“Biasanya SPBU mulai beroperasi pukul 07.30 WIB, tetapi sekitar pukul 10.00 WIB stok pertalite sudah habis. Kami terpaksa membeli di kios pengecer dengan harga yang semakin mahal. Sebelumnya Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter, kini naik menjadi Rp14 ribu, bahkan ada yang menjual Rp15 ribu,” keluhnya.

Ia mendesak pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan BBM dan menekan harga di tingkat pengecer.

Baca Juga: Kepergian Shin Tae-yong dan Kedatangan Kluivert, Begini Dampaknya Terhadap Timnas Indonesia dan Reaksi Vietnam yang Tak Disangka-sangka

Murnianti, seorang ibu rumah tangga, turut menyampaikan kekecewaannya.

Meskipun sudah ikut mengantre di SPBU, ia tetap tidak mendapatkan BBM.

“Kami berharap pemerintah dan aparat penegak hukum lebih serius dalam mengawasi distribusi BBM. Jika kuota tidak mencukupi, seharusnya segera ditambah agar masyarakat tidak semakin terbebani,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang pengecer BBM di Putussibau mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi akibat sulitnya memperoleh pasokan pertalite dari SPBU.

Musim kemarau memaksa SPBU mengambil stok dari Depot Pertamina di Kabupaten Sanggau, yang sebelumnya diambil dari Sintang.

“Saat ini BBM sulit didapatkan. Bahkan jika kami mengantre, pembelian tetap dibatasi oleh SPBU,” jelasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X