PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pada abad ke-19, tepatnya tahun 1846-1847, Jerman mengalami bencana kelaparan dan musim dingin yang sangat buruk.
Hal ini menyebabkan banyak penduduk kelaparan dan terserang penyakit.
Baca Juga: Ada Lukisan Wajah Menteri Koperasi UKM Teten Masduki Dari Cat Biji Kopi di Perpustakaan Nasional
Para petani yang bergantung pada alam untuk kehidupan sehari-hari menjadi korban paling terdampak.
Hidup mereka terguncang dan tidak memiliki dana untuk membeli alat, pupuk, atau bibit yang diperlukan guna meningkatkan produksi pertanian.
Saat itu, petani terpaksa meminjam uang dari rentenir dengan bunga tinggi, dengan jaminan berupa tanah atau properti lainnya.
Banyak petani yang kehilangan aset karena tidak mampu membayar tepat waktu, hidup mereka bagaikan “gali lubang, tutup lubang.”
Pada tahun 1849, Friedrich Wilhelm Raiffeisen, seorang wali kota, mendirikan Perkumpulan Masyarakat Flamersfeld untuk membantu petani miskin.
Ia mengajak warga kaya untuk berdonasi, namun bantuan cuma-cuma ini justru menambah ketergantungan dan tidak mengatasi akar masalah kemiskinan.
Baca Juga: Cegah Pencucian Uang, Kementerian Koperasi Tegaskan Koperasi Simpan Pinjam Harus Join ke PPATK
Raiffeisen kemudian mendirikan pabrik roti dengan harga terjangkau dan memulai lembaga pinjaman untuk menyediakan bibit bagi petani, tetapi pendekatan ini juga belum efektif.
Sebagai respons, Raiffeisen menyadari pentingnya konsep self-help atau menolong diri sendiri.
Pada tahun 1864, ia mendirikan organisasi baru bernama Heddesdorfer Credit Union, yang anggota utamanya adalah petani.
Anggota dipilih berdasarkan sifat rajin dan jujur, dengan rekomendasi dari tetangga.
Sistem ini berbentuk seperti arisan di mana anggota mengumpulkan uang dan meminjamkannya kembali pada mereka yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Gerakan Koperasi Credit Union di Kalbar Tolak RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
Profil Friedrich Wilhelm Raiffeisen, yang Menjadi Inspirasi Gerakan Credit Union di Dunia Asal Jerman
Profil Alphonse Desjardins, yang Dianggap Bapak Credit Union Dunia
Wah di Singkawang hanya 14 Persen Koperasi Gelar RAT, Muslimin: Koperasi Wajib Selenggarakan Rapat Anggota
Apa Itu Credit Union atau CU Guys? Baca Sampai Tuntas Pahami Istilah Ini Sebelum Kamu Putuskan Jadi Anggota CU
Sejarah Berdirinya CU Stella Maris, dari Ide Pastor Menjadi Solusi Ekonomi Umat