PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tim Voli Putri Polda Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil menjuarai Kapolri Cup 2024 setelah mengalahkan Tim Polda Jawa Timur (Jatim) dengan kemenangan telak tiga set langsung.
Pertandingan final berlangsung di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Sabtu, 12 Oktober 2024.
Pada set pertama pertandingan berjalan ketat dan sengit.
Kedua tim saling serang dan bermain sangat ketat.
Skor akhir 27-25 untuk kemenangan Tim Voli Putri Kalbar, menunjukkan persaingan yang sengit di awal pertandingan.
Pada set kedua, Kalbar semakin agresif bermain di hadapan ribuan pendukung.
Baca Juga: Dirut BRI Sunarso Sebut Ketahanan Pangan Kunci Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah
Kalbar tampil agresif dan mendominasi permainan. Mereka berhasil memenangkan set kedua dengan skor 25-18, memberikan tekanan kuat pada tim lawan.
Meski sempat tertinggal, Kalbar mampu bangkit pada set ketiga.
Skor terus kejar-kejaran hingga akhirnya Tim Voli Putri Kalbar berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 28-26, memastikan mereka menjadi juara dengan skor akhir 3-0.
Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Bentuk Tim untuk Periksa ASN Terkait Dugaan Kampanye di Sekolah
Pelatih Tim Voli Putri Kalbar, Dobreskov Darko, mengakui bahwa ada momen di mana para pemain sempat kehilangan fokus.
Namun, mereka berhasil kembali ke jalur kemenangan dan menunjukkan performa terbaik hingga akhir pertandingan.
"Kami menghadapi tim yang kuat seperti Jawa Timur, tetapi kami berusaha melakukan yang terbaik. Ada beberapa momen kritis ketika pemain kehilangan fokus, tapi mereka bisa bangkit dan akhirnya memenangkan pertandingan," ujar Darko.
Artikel Terkait
Voli Putri Jakarta Elektrik PLN Siap Tampil All Out Jaga Asa Final Tour PLN Mobile Proliga 2023
Orang Muda Ganjar Gelar Turnamen Voli dan Beri Bantuan Tandon Air di Kubu Raya
Orang Muda Ganjar Gelar Tournamen Voli Bareng Pemuda di Mempawah
Barisan NKRI Serahkan Bukti Pelanggaran Pemilu Oknum ASN ke Bawaslu Kalbar
Menyongsong Pilkada Kalbar 2024, Gema Kalbar Serukan Kampanye Positif
Pj Gubernur Kalbar Bentuk Tim untuk Periksa ASN Terkait Dugaan Kampanye di Sekolah