Jelang Pilgub 2024 Kalbar, Masyarakat Diingatkan Lebih Cerdas Memilih Pemimpin yang Berintegritas

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 9 September 2024 | 13:02 WIB
Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan Menang (GNKM) dan Sekjen GNKM Uty Deddy. (Dok. Pontianak Globe)
Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan Menang (GNKM) dan Sekjen GNKM Uty Deddy. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Proses pemilihan kepala daerah kini telah memasuki tahap awal, di mana masyarakat akan memilih pemimpin yang paling tepat untuk memimpin.

Di Kalbar, selain ada Pilgub Kalbar 2024 ada juga Pilbup serta Pilwako

Baca Juga: Rekor Pertemuan Indonesia vs Australia, Garuda Tak Perlu Minder Walau Hanya Raih Satu Kemenangan

Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan Menang (GNKM) menyebutkan di tengah perkembangan pembangunan yang semakin cepat, kebutuhan akan pemimpin yang dapat mendengar dan menerapkan aspirasi masyarakat menjadi semakin penting.

NKRI merupakan singkatan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan. Keduanya merupakan pasangan bakal calon Gubernur Kalbar 2024.

Eka menekankan bahwa memilih pemimpin bukan hanya soal kecakapan, tetapi juga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Media Inggris Sebutkan Australia akan Menang Telak atas Timnas Indonesia di GBK, Betulkah?

"Pemimpin yang ideal adalah mereka yang mampu menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan nyata, khususnya dalam bidang ekonomi, sosial, politik, dan budaya," jelasnya.

Menurut Uti Dedy, seorang pemimpin yang efektif harus dapat membaca perubahan yang terjadi di masyarakat dan meresponsnya dengan tepat.

Hal ini termasuk memahami kondisi ekonomi lokal dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Kemajuan ekonomi harus selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan sosial. Kedua hal ini adalah bagian yang tak terpisahkan, dan hanya dapat dicapai melalui kebijakan politik yang tepat serta penguatan budaya lokal," ujar Eka Siswanto. 

Baca Juga: Jessica Wongso Tampil Berbeda Setelah Bebas dari Penjara

Sementara itu Sekjen GNKM Uty Deddy menyoroti bahwa peran pemimpin bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang bisa merangkul semua lapisan masyarakat.

"Pemimpin yang baik harus memiliki kemampuan menganalisis masalah dengan pendekatan ilmiah dan menemukan solusi yang elegan serta dapat diterima semua pihak," tegas Uty Deddy. 

Oleh karena itu, Dedy mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X