Pj Gubernur Kalbar Dorong BPD Tingkatkan Ekonomi Daerah di Gelaran Undian Simpeda

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 19:16 WIB
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat memberikan sambutan di acara Welcoming Dinner Undian Tabungan Simpeda Periode 1 XXXV-2024. (Dok. Pontianak Globe)
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat memberikan sambutan di acara Welcoming Dinner Undian Tabungan Simpeda Periode 1 XXXV-2024. (Dok. Pontianak Globe)

"Dengan dukungan teknologi yang makin canggih, BPD telah mengembangkan berbagai produk hingga layanan digital yang memudahkan masyarakat dalam transaksi keuangan" katanya.

Perkembangan tersebut, kata Yuddy, turut mendorong performa mesin bisnis BPD seluruh Indonesia. Secara kinerja, 27 BPD hingga saat ini memiliki total aset Rp910 triliun. Adapun penyaluran kredit Rp606 triliun, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Rp730,3 triliun.

Baca Juga: Angka Vaksinasi PMK Baru 35 Persen, Sekda Kalbar Harisson : Kalbar Tak Bisa Impor Bibit Sapi untuk Diternakkan

"Ini (kinerja) menjadi bagian kontribusi BPD terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) daerah sebesar Rp14,5 triliun," jelas Yuddy.

Selain itu, kata Yuddy, BPD juga aktif menyalurkan pembiayaan atau kredit kepada sektor-sektor produktif. Mulai dari UMKM, pertanian, hingga infrastruktur.

"Ini yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah," jelas Yuddy.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi menjelaskan, sejatinya agenda Undian Tabungan Simpeda Nasional Periode 1 Tahun XXXV-2024 ini digelar di Provinsi Papua. Hanya saja, Pj Gubernur Kalbar secara khusus meminta kepada Asbanda agar event panen rejeki BPD tersebut dialihkan dan diselenggarakan di Kota Pontianak.

Baca Juga: Meski Hamil Besar, Jedar dan El Barack Asyik Jajanan di Festival Makanan Receh

"Atas perintah gubernur, saya melakukan pendekatan ke Asbanda, agar undian ini dilakukan di Pontianak," kata Rokidi.

Kata Rokidi, penyelenggaraan undian Tabungan Simpeda periode kali ini, jadi momen 'emas' untuk memperkenalkan Kalbar, khususnya Kota Pontianak, kepada khalayak luas.

"Masih banyak yang menilai, Kalimantan Barat adalah kota terbelakang, bahkan lebih ekstrem persuasikan sebagai hutan. Kami ingin buktikan, bahwa Pontianak punya wisata, kuliner, dan lainnya yang tak kalah dengan tempat lain," tegas Rokidi.

Dalam kesempatan tersebut, atas pencapaian Provinsi Kalbar di mana tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal, Pemerintah Provinsi Kalbar mendapatkan Penghargaan Lencana Bakti Desa Dari Kementerian Desa PDTT RI. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X