PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin | Pontianak, Selasa 09/07/24 -Sebagai seorang mahasiswa Pendidikan Matematika, Lidia menjelaskan bahwa minatnya pada fashion tidak pernah surut meskipun fokus utamanya adalah pada matematika.
Bulan lalu, persis pada 14 Juni 2024, mahasiswi semester dua program studi Pendidikan Matematika di Universitas San Agustin, Lidia Julai Wijaya berhasil meraih penghargaan sebagai talenta fashion berbakat dalam acara pemilihan Miss Queen Kalimantan Barat 2024.
Acara prestisius yang berlangsung dari 25 Mei hingga 13 Juni 2024 di Pontianak ini menyoroti pencapaian dan bakat-bakat terbaik di Kalimantan Barat.
Lidia, yang berusia 20 tahun, mengungkapkan kegembiraannya atas penghargaan ini.
"Mendengar bahwa saya menerima penghargaan sebagai talenta fashion berbakat sangat menggugah dan sangat memuaskan. Ini adalah pengakuan yang sangat berharga atas kerja keras dan dedikasi saya terhadap dunia fashion," kata Lidia saat diwawancarai via WA, (Senin, 08/07/24).
Dia sekarang menemukan keseimbangan antara cinta dengan matematika juga tentang fashion.
"Saya menemukan keseimbangan antara cinta saya pada matematika dan minat saya pada fashion. Matematika membantu saya memahami prinsip-prinsip desain dan mengukur detail-detail penting, sementara fashion memungkinkan saya untuk mengekspresikan kreativitas dan ekspresif," ungkap Lidia, (08/07/24).
Tentu belajar dari pengalaman
Pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya dari studi matematika turut membantu dalam mengembangkan bakat desain fashionnya.
Lidia mengatakan bahwa pengalaman di bidang matematika telah membentuk pandangannya dalam menciptakan dan mengembangkan desain fashion.
“Ini memberi saya pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip desain seperti proporsi, simetri, dan geometri,” tambahnya, (08/07/24).
Di samping itu, Lidia berterima kasih kepada keluarga dan teman-temannya yang telah memberikan dukungan besar dalam pencapaian yang ia peroleh. Baginya dukungan moral, emosional dan perhatian orang-orang disekitarnya memberikan alunan semangat yang berbeda.
"Mereka telah memberikan dukungan emosional dan bantuan praktis, serta kritik yang konstruktif. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa mencapai semua ini," kata Lidia, (08/07/24).