Gawai Dayak Kembali akan Meriah! Ngampar Bide Jadi Penanda Dimulainya Pekan Budaya Sepekan di Pontianak, Catat Agenda-nya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 12 Mei 2024 | 20:01 WIB
Panitia Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak, Kalbar, menggelar konprensi pers. Gawai Dayak akan digelar mulai 18 hingga 25 Mei 2024 dipusatkan di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. (Pontianak Globe/Humas Panitia Gawai Dayak)
Panitia Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak, Kalbar, menggelar konprensi pers. Gawai Dayak akan digelar mulai 18 hingga 25 Mei 2024 dipusatkan di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. (Pontianak Globe/Humas Panitia Gawai Dayak)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pekan Gawai Dayak ke-38 di Kalimantan Barat akan digelar mulai 18 hingga 25 Mei 2024, berlangsung di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak.

Menurut Sekretaris Panitia Pekan Gawai Dayak ke-38 Kalbar, Yulia Sasti Dwiputri, tema tahun ini merujuk pada kebudayaan Dayak Kanayatn.

Ada pun rangkaian acara akan dimulai dengan misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, pada 17 Mei 2024.

Baca Juga: Pasangan Yulius Aho-Robin Daftar ke Golkar, Bersiap untuk Pilkada Landak 2024, Kemenangan Prabowo Jadi Acuan

Pada 19 Mei 2024, dilaksanakan upacara adat Ngampar Bide'.

Tradisi "Ngampar Bide" merupakan upacara menggelar tikar yang khas dilakukan sebelum memulai Pekan Gawai Dayak, berlangsung di Rumah Radakng, Pontianak.

"Ngampar" mengandung makna menggelar atau menyebarkan, sementara "Bide" merujuk pada tikar atau tempat untuk berserah.

Selama Pekan Gawai Dayak 2024, berbagai kegiatan akan digelar, termasuk Bujang Dara Gawai, serangkaian perlombaan seni dan budaya, serta karnaval di sungai dan darat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menyatakan bahwa Pekan Gawai Dayak telah menjadi bagian dari kalender wisata daerah.

Baca Juga: Yulius Aho, Pengusaha Landak, Ikut Mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati di Partai Demokrat

Dia berharap acara ini bisa menjadi salah satu event wisata yang dikenal secara nasional atau bahkan internasional, sesuai dengan aturan kurasi dari kementerian terkait.

"Diharapkan, kedatangan wisatawan ke Kalbar tidak hanya untuk menikmati destinasi wisata, tetapi juga untuk menyaksikan event budaya seperti Pekan Gawai Dayak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Radakng, Pontianak, Minggu, 12 Mei 2024.

Windy menambahkan bahwa Gawai Dayak telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2016, oleh karena itu perlu terus dilestarikan.

Baca Juga: Dr Jeffrey Kitingan Sebut Kata ‘Dayak’ Lebih Cocok untuk Menyebut Orang Asli Borneo, Ternyata Ini Alasannya

Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalimantan Barat, Yohanes Eugene Palaunsoeka, menyatakan bahwa Pekan Gawai Dayak tidak lagi hanya menjadi milik masyarakat Dayak, tetapi telah menjadi warisan bagi semua warga Kalimantan Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X