Inovasi Pak Teng: Ubah Ampas Kopi Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan. Bahkan Dilirik Jokowi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 2 Maret 2024 | 21:41 WIB
Harry Eko Rifanto (66) sama sekali tak menyangka lukisan ampas kopi karyanya langsung diterima oleh Presiden RI Jokowi. (Pontianak Globe/pontianak.go.id)
Harry Eko Rifanto (66) sama sekali tak menyangka lukisan ampas kopi karyanya langsung diterima oleh Presiden RI Jokowi. (Pontianak Globe/pontianak.go.id)

Selain ampas kopi, dia juga menggunakan berbagai bahan lain seperti ilalang, bunga rumput, limbah pohon, kulit kayu, botol bekas parfum, botol plastik, dan sebagainya.

“Saya ingin mengurangi limbah dan barang-barang yang tidak terpakai. Ketika limbah dimanfaatkan menjadi karya seni atau kerajinan, itu memberikan nilai tambah,” katanya.

Baca Juga: Persediaan Bahan Pokok Kota Pontianak Aman Jelang Natal 2023 hingga Tahun Baru 2024

Pak Teng tidak memiliki keinginan muluk, dia hanya ingin generasi muda terinspirasi untuk memanfaatkan barang-barang tak terpakai menjadi karya yang bernilai.

Dia membuka kesempatan bagi siapa saja, terutama anak muda, untuk belajar di galerinya, baik itu lukisan ampas kopi maupun lukisan prada kain atau kerajinan kreatif lainnya.

“Saya siap mengajarkan siapa saja yang mau belajar. Mereka bisa datang ke Kian Galeri Mustang di Gang Belibis, atau menghubungi saya melalui pesan ke akun Instagram @kian_wine_coffeeart,” katanya.

Pak Teng mengatakan bahwa galerinya sering menjadi tempat magang bagi siswa sekolah kejuruan hingga mahasiswa. Dia senang melihat minat anak muda untuk belajar membuat karya.

“Saya ingin mengajak orang untuk berkarya dan mencintai lingkungan dengan memanfaatkan limbah atau barang-barang tak terpakai,” ungkapnya.

Baca Juga: Perhelatan MTQ Antarbangsa Pertama di Pontianak, Sebuah Perayaan Silaturahmi se-Borneo

Selain lukisan ampas kopi, Pak Teng juga menemukan ide baru, yaitu lukisan prada kain.

Berbeda dengan lukisan prada biasa, dia membuat lukisan dengan motif timbul atau emboss.

Tekniknya sama dengan lukisan ampas kopi, menggunakan lem khusus dan glitter yang disesuaikan dengan keinginan pemesan.

“Beberapa pengunjung Pameran Inacraft telah memesan lukisan prada kain,” kata Pak Teng.

Meskipun banyak karyanya yang terjual, Pak Teng tidak memproduksi secara massal. Dia hanya membuat kerajinan berdasarkan pesanan.

“Saya tidak menyediakan stok untuk dijual, jika ada yang berminat, mereka bisa memesan sesuai keinginan,” tutupnya. (prokopim/jemi ibrahim)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: pontianak.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X