Jadi, jelaslah kiranya bahwa PLTN bukan solusi yang diharapkan ditengah belum optimalknya energi terbarukan selama ini.
Namun jika tetap akan dipaksakan, maka silakan dirikan saja tapak PLTN di samping rumah tinggal para promotor PLTN.
Menghentikan rencana pendirian PLTN di Kalimantan Barat agar tidak melahirkan potensi risiko bencana dan momok bagi generasi mendatang mestinya jadi perhatian untuk menjawab pemenuhan kebutuhan energy masa depan yang murah, aman, bersih dan berkeadilan. (Hendrikus Adam)
* Penulis adalah Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalbar
Artikel Terkait
Pabrik Pemurnian Bahan Baku Kendaraan Listrik di Kawasan JIIPE PT Freeport Indonesia Beroperasi Mei
Presiden Jokowi Ajak Industri Otomotif Bergeser ke Kendaraan Listrik. Begini Skema Insentif Tawaran Kemenkeu
Gubernur Sutarmidji dan PLN Kalbar Target 305 Titik di 41 Desa di Sintang Teraliri Listrik
Indonesia Teken MoU Bersama BYD China Kembangkan Kendaraan Listrik Ingin Jadikan Pasar Otomotif Terbesar ASEAN
Presiden Jokowi Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik di Indonesia
Opini: NUKLIR, NO CLEAR!!!