investify

Jangan Cuma Jadi Konsumen: Cara Mengubah Uang Jajan Siomay dan Boba Jadi Lembar Saham Perusahaannya

Senin, 1 Juni 2026 | 06:12 WIB
Investasi adalah satu di antara cara agar uang kamu tak habis dimakan inflasi. Ayo mulai dari sekarang. (Pexels @Tima Miroshnichenko)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Berapa banyak uang yang kamu habiskan dalam seminggu cuma buat jajan boba kekinian, es kopi susu, atau seporsi siomay hangat saat nongkrong di sekitaran Kota Pontianak?

Kalau ditotal secara jujur, pengeluaran mikro ini sering kali mengejutkan di akhir bulan.

Baca Juga: Modal Rp10 Ribu Bisa Punya Saham? Panduan Micro-Investing buat Gen Z yang Mau Mulai Investasi Tanpa Skip Healing

Sadar atau tidak, Gen Z Pontianak terkenal sangat loyal kalau urusan memanjakan lidah.

Tapi, pernah gak terlintas di pikiranmu kalau uang jajan yang mengalir setiap hari itu cuma bikin pemilik perusahaannya makin kaya, sementara dompetmu makin tipis?

Nah, lewat artikel Investify kali ini, kita mau menantang kamu buat naik kelas.

Jangan cuma mau jadi konsumen yang gigit jari.

Baca Juga: Jangan Taruh Semua Telur di Satu Keranjang, Trik Diversifikasi Investasi Modal Pelajar ala Mahasiswa Untan

Yuk, kita pelajari cara taktis mengubah uang jajan boba dan camilanmu menjadi lembar saham legal dari perusahaan-perusahaan besar tersebut!

Mengubah Mindset: Dari Pembeli Menjadi Pemilik
Selama ini mungkin kamu mengira bahwa untuk memiliki saham sebuah perusahaan, kamu harus menjadi bos besar berdasi dengan modal ratusan juta rupiah.

Faktanya, di era digital sekarang, aturan mainnya sudah berubah total.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan bahwa pembelian minimal saham adalah 1 lot (sama dengan 100 lembar).

Baca Juga: Daripada Habis Buat Es Kopi Susu, Begini Cara Mulai Investasi Reksa Dana dan Saham Modal Rp10 Ribu Sambil Nongkrong di Pontianak

Begini simulasi riil-nya, banyak perusahaan induk yang membawahi waralaba makanan, restoran cepat saji, hingga produsen bahan baku boba dan camilan yang sudah melantai di bursa saham (Go Public).

Beberapa saham sektor konsumer atau ritel kuliner tersebut ada yang harga per lembarnya hanya berkisar Rp500 hingga Rp1.000.

Halaman:

Tags

Terkini