investify

2 Saham AI Ini Diprediksi Meledak November 2025, Apakah Nvidia dan Amazon Jadi Jawara?

Rabu, 5 November 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi pergerakan saham. (Pixabay/3844328)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Investasi untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sebatas rencana.

Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Alphabet, Meta, dan Amazon menggelontorkan dana hampir $100 miliar setiap kuartal demi membangun pusat data baru.

Baca Juga: Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Elf Maut di Sumedang

Microsoft berencana hampir melipatgandakan jumlah data center mereka dalam dua tahun ke depan.

Sementara itu, Alphabet meningkatkan belanja modal 2025 menjadi $91–$93 miliar, dan Meta mematok belanja $70–$72 miliar, bahkan memberi sinyal anggaran yang lebih besar lagi di tahun 2026.

Tren ini menandai perubahan besar dalam cara perusahaan menginvestasikan modal mereka.

Di tengah ekspansi tersebut, analis dari The Motley Fool menilai ada dua saham yang paling diuntungkan: Nvidia dan Amazon.

Nvidia Tembus Kapitalisasi Pasar $5 Triliun

Nvidia baru saja mencapai kapitalisasi pasar $5 triliun, menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia.

Baca Juga: Lebih Besar dari Usulan! Prabowo Setujui Rp5 Triliun demi Kereta Rakyat

CEO Jensen Huang menyebut bahwa kombinasi arsitektur chip Blackwell dan Rubin berpotensi menghasilkan lebih dari $500 miliar pendapatan hingga 2026.

Meski angka tersebut adalah proyeksi pipeline, bukan pesanan pasti, skala permintaannya menunjukkan betapa melesatnya kebutuhan chip AI untuk pembangunan dan pelatihan model AI.

Raksasa cloud seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet juga kompak menaikkan belanja modal 2025, sebagian besar dialokasikan untuk pusat data dan kapasitas AI.

Nvidia menjadi pemasok utama GPU dan jaringan yang mendukung infrastruktur tersebut.

Keunggulan Nvidia tidak hanya pada performa chip, tetapi juga di platform software CUDA, yang banyak dipakai pengembang untuk membuat aplikasi AI.

Halaman:

Tags

Terkini