investify

Cara Berinvestasi Aman bagi Pemula, Mulai dari Kecil dan Pahami Risikonya

Senin, 6 Oktober 2025 | 11:32 WIB
Foto oleh Photo By: Kaboompics.com: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-tangan-4386433/ (Pexel @kaboompics.com/Karolina Grabowska)

Selain itu, semua bisa dilakukan lewat aplikasi resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal paling penting adalah memastikan legalitas tempat investasi.

Baca Juga: Gerakan Seribu Rupiah Dedi Mulyadi Tuai Sorotan, Publik Sebut APBD Jabar Kan Sudah Rp31 Triliun

Cek dulu apakah perusahaan atau aplikasinya terdaftar di OJK atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Jika tidak ada dalam daftar resmi, abaikan, sekalipun iming-iming keuntungannya besar.

Kesalahan umum investor pemula adalah terlalu tergoda janji untung cepat.

Padahal, investasi bukan jalan pintas jadi kaya.

Justru, semakin tinggi imbal hasil yang dijanjikan, semakin besar pula risikonya. Prinsip dasarnya sederhana: high risk, high return.

Selain legalitas, penting juga untuk diversifikasi investasi.

Jangan taruh semua uang di satu tempat. Campurkan antara instrumen aman seperti reksa dana dengan instrumen lebih berisiko seperti saham.

Diversifikasi membantu meminimalkan kerugian ketika salah satu aset nilainya turun.

Pemula juga disarankan untuk belajar membaca laporan dan tren pasar.

Tidak perlu menjadi ahli ekonomi, cukup pahami dasar seperti inflasi, suku bunga, dan pergerakan harga.

Banyak sumber belajar gratis di internet, mulai dari kanal YouTube finansial hingga kursus online dari lembaga resmi.

Agar lebih disiplin, gunakan prinsip investasi rutin atau dollar cost averaging.

Halaman:

Tags

Terkini