Pasar modal selalu bergerak naik-turun secara dinamis.
Jadi, kalau ada aplikasi yang menjanjikan keuntungan pasti tanpa risiko rugi, itu sudah 100 persen indikasi skema ponzi alias penipuan.
Baca Juga: Mengenal Istilah 'Dividen Hunter' TRik dan Cara Dapat Duit Pasif dari Saham Raksasa RI
3. Rekening Tujuan Harus Atas Namamu Sendiri (RDN)
Saat kamu mendaftar di aplikasi saham atau reksa dana legal, kamu akan dibuatkan RDN (Rekening Dana Nasabah) atas nama kamu sendiri di bank kustodian resmi.
Jadi, saat kamu melakukan top-up modal, uangmu tidak masuk ke rekening pribadi pemilik aplikasi atau rekening perusahaan antah-berantah.
Uangmu tersimpan aman di sistem perbankan resmi yang diawasi negara.
Jangan gadaikan keamanan finansialmu demi iming-iming cuan kilat.
Lebih baik berkembang perlahan bersama aplikasi yang legal dan terpercaya, daripada cepat kaya tapi berakhir zonk! ***
Artikel Terkait
Apa itu RDN BRI atau Rekening Dana Nasabah BRI ? Berapa Tarif dan Biaya RDN BRI serta Apa Keunggulan RDN BRI ?
Cara Daftar RDN BRI Lewat Brimo Bagaimana ? Cek Dulu Syarat Buka RDN BRI Biar Lancar Saat Pembukaan Sob
Batas Investasi Saham Asuransi Bisa Naik hingga 20%, IFG Ingatkan Risiko Konsentrasi
Jangan Asal Ikut Tren! Ini Bedanya Investasi Saham, Reksa Dana, dan Crypto buat Pemula
Mengenal Istilah 'Dividen Hunter' TRik dan Cara Dapat Duit Pasif dari Saham Raksasa RI
Lahan di Kubu Raya Makin Melejit, Mending Nabung Beli Tanah Kavling atau Saham Properti?