“Selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$ 100.000, tren bullish masih terjaga. Hanya saja, kenaikannya akan lebih stabil,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Investasi Paling Menguntungkan Setahun Terakhir: Emas dan Kripto Jadi Primadona
Sementara itu, analis Titan of Crypto memperkirakan BTC bisa mencetak rekor mendekati US$ 130.000 sebelum akhir 2025, meski tetap mewaspadai koreksi besar hingga ke bawah US$ 70.000 pada kuartal I-2026.
Analis kripto Shanaka Anslem Perera justru menilai fase koreksi saat ini adalah awal dari reli besar berikutnya.
Ia mencatat sekitar 29,2% pasokan Bitcoin kini berada di bawah harga beli (underwater), kondisi yang sebelumnya selalu menjadi pemicu lonjakan besar seperti pada reli 2017, 2021, dan 2024.
“Leverage di pasar derivatif sudah berkurang. Pemegang jangka panjang kini menguasai 70% pasokan, dan arus dana institusional lewat ETF mulai meningkat,” katanya.
Perera menyimpulkan, kecuali terjadi gejolak besar di tingkat makro atau geopolitik, 180 hari ke depan bisa menjadi awal dari siklus kenaikan besar Bitcoin berikutnya. ***
Artikel Terkait
Cerdas! Begini Taktik Investasi Bitcoin Pendiri MicroStrategy Michael Saylor Bawa Keuntungan 400 Juta Dolar Amerika Serikat
Berkah Biaya Transaksi Bitcoin Runes: Para Penambang Crypto Raih Keuntungan Berlipat Ganada
Australia Bersiap untuk Meluncurkan ETF Bitcoin Spot, Tinjau Potensinya!
Pengakuan Terbaru CEO Telegram Pavel Durov: Menyimpan Bitcoin dan Fiat Jutaan Dolar Selama 10 Tahun
Bitcoin Pulih Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga
Safe Haven Modern, Apakah Bitcoin Bisa Gantikan Peran Emas?