Dengan kualifikasi ini, individu juga dapat memperluas peluang karir mereka karena akan ada kebutuhan akan profesional terampil dengan lanskap esports yang terus berkembang di bidang pemasaran, manajemen acara, pengembangan bisnis, dan manajemen bakat.
“Persepsi adalah tantangan terbesar yang kami hadapi dalam kualifikasi esports. Kebanyakan orang tua berpikir bahwa esports hanya duduk di depan komputer dan bermain game sementara banyak pendidik yang berkualifikasi berpikir bahwa mereka tidak dapat mengajarkan esports karena tidak dapat diajarkan sebagai mata pelajaran."
"Oleh karena itu, tujuan Pearson adalah mengubah persepsi ini dan memberi tahu semua orang bahwa esports juga dapat dirancang untuk mendidik seperti kursus lainnya, dan apa yang kami lakukan sebagai perusahaan pendidikan untuk mewujudkannya,” kata Annabel Lawday, Stakeholder Engagement Manager, Workforce Divisi Keterampilan di Pearson, sesuai rilis diterima Pontianakglobe pada Kamis 9 Februari 2023.
Pearson sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah penyedia pendidikan utama untuk kemitraan potensial di wilayah ini untuk memperkenalkan Kualifikasi Manajemen Bisnis Esports untuk meningkatkan pendaftaran dari lebih banyak pemain dan penggemar esports. Pearson ingin memasukkan kualifikasi berbasis keterampilan ini ke dalam kurikulum regional. Namun, untuk sekolah yang telah menetapkan kurikulumnya, Pearson dapat bekerja sama dengan mereka untuk menawarkan kualifikasi ini sebagai bagian dari jadwal atau sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
(*)
Artikel Terkait
Kala Paus Benediktus XVI Suka Mangga Arumanis Indonesia. Berminat Tanam, China dan Singapura Suka
Hati-Hati Ya, Presiden Jokowi Copot Pangdam, Kapolda Jika Karhutla Terjadi
Minim Dukungan, Presiden Jokowi Minta OJK Lirik Hilirisasi Komoditas Ikan, Rumput Laut dan Minerba
Gempa Bumi Magnitudo 5,4 Guncang Kota Jayapura, 700 Orang Mengungsi dan 4 Orang Meninggal